PROKAL.CO, NUNUKAN – Memasuki hari ketiga, banjir kiriman yang melanda Kecamatan Sembakung kembali menunjukkan tren kenaikan pada Rabu (7/1/2026). Hingga pagi hari, air dilaporkan telah merendam lima desa dan berdampak pada ribuan warga serta melumpuhkan akses ke sejumlah fasilitas umum penting di wilayah tersebut.
Camat Sembakung, Agus Arif Darmawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru dari Pos BPBD Sembakung, Tinggi Muka Air (TMA) saat ini menyentuh angka 4,59 meter. Angka ini menunjukkan kenaikan debit air sebesar 9 cm dibandingkan pantauan sebelumnya, dan berada jauh di atas batas normal yang biasanya hanya mencapai 3 meter.
"Kondisi air terpantau naik. Kami terus melakukan pemantauan ketat di lapangan bersama tim gabungan karena debit air masih fluktuatif," ujar Agus Arif, Rabu (7/1).
Dampak dari kenaikan debit air ini sangat signifikan. Di Desa Atap, Tembelunu, dan Manuk Bungkul, air mulai memasuki sejumlah bangunan fasilitas publik. Belasan gedung sekolah, mulai dari SDN hingga SMA, serta kantor-kantor pemerintahan seperti Kantor KUA, Koramil, Kantor Pertanian, hingga Kantor PLN ULD Sembakung kini dalam kondisi terendam.
Berdasarkan data rincian dampak banjir, terdapat lima desa yang terdampak cukup parah, yakni Desa Atap, Desa Tagul, Desa Lubakang, Desa Manuk Bungkul, Desa Tunjung. Secara total, sebanyak 1.020 unit rumah terendam, berdampak pada 1.358 kepala keluarga atau sekitar 4.461 jiwa. Meski pemukiman dan perkantoran mulai tergenang, pihak kecamatan memastikan bahwa situasi keamanan di wilayah terdampak masih aman dan terkendali. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, KSB, Tagana, hingga relawan Destana terus bersiaga untuk melakukan evakuasi jika sewaktu-waktu air kembali naik drastis.
"Sejauh ini aktivitas masyarakat masih berjalan meski terbatas. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera mengamankan barang-barang berharga, mengingat potensi kenaikan air masih sangat terbuka," pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria