TARAKAN – Pasca-insiden serangan buaya terhadap seorang warga yang tengah mencari rumput, kekhawatiran masyarakat terhadap populasi predator di Embung Persemaian, Kota Tarakan, semakin meningkat. Meski petugas gabungan telah mengevakuasi tiga ekor buaya sebelumnya, penampakan predator air ini dilaporkan masih sering terjadi di kawasan tersebut.
Petugas penjaga Embung Persemaian, Amir (57), mengungkapkan bahwa jumlah buaya yang menghuni waduk tersebut diperkirakan masih lebih dari tiga ekor. Berdasarkan pengamatan langsung, ia bahkan pernah melihat sepasang buaya dewasa berenang bersama beberapa anaknya. Hal ini mengindikasikan adanya aktivitas perkembangbiakan buaya di area embung dan aliran sungai sekitarnya.
Menurut keterangan Amir, buaya yang paling besar diperkirakan memiliki panjang sekitar tiga meter. Predator ini biasanya menampakkan diri pada waktu-waktu tertentu, terutama saat fajar dan menjelang magrib. Titik favorit kemunculannya berada di area semak rumput dan area semen gerbang turunan menuju air. Meski sensitif terhadap suara manusia, keberadaan mereka tetap menjadi ancaman nyata karena sifatnya yang agresif saat merasa terancam atau lapar.
Risiko serangan ini terbukti dengan laporan hilangnya hewan ternak milik warga sekitar. Amir menyebutkan bahwa setidaknya dua ekor kambing dan satu ekor anjing milik warga telah menjadi mangsa buaya akibat dilepasliarkan di sekitar tepi waduk untuk mencari rumput.
Pihak pengelola sebenarnya telah memasang pagar pembatas dan papan peringatan di titik-titik rawan. Namun, status kawasan embung sebagai objek wisata membuat petugas kesulitan untuk melarang total aktivitas masyarakat. Masih banyak warga yang nekat menerobos pagar untuk memancing atau menyabit rumput meskipun mereka menyadari adanya risiko serangan buaya.
Amir mengimbau masyarakat untuk memiliki kesadaran lebih tinggi dan tidak mengabaikan tanda larangan yang telah dipasang. Aktivitas di dekat pinggiran air sangat berbahaya, terutama pada jam-jam aktif buaya keluar dari sarangnya. Petugas berharap tidak ada lagi warga yang abai terhadap keselamatan demi menghindari jatuhnya korban jiwa di masa mendatang.(*)
Editor : Indra Zakaria