MALINAU – Pemerintah Kecamatan Sungai Tubu, Kabupaten Malinau, terus berupaya memperkuat ekonomi masyarakat pedalaman melalui optimalisasi komoditas unggulan sektor perkebunan dan hasil hutan non-kayu. Rotan, kakao, dan gaharu kini menjadi prioritas utama sebagai strategi membangun ketahanan ekonomi jangka panjang bagi warga yang bermukim di sekitar kawasan hutan.
Camat Sungai Tubu, Jimmy Sakai, mengungkapkan bahwa langkah strategis yang diambil tahun ini bertujuan untuk menciptakan "tabungan masa depan" bagi masyarakat. Ia mendorong warga untuk tidak hanya bergantung pada hasil hutan yang ada, tetapi mulai beralih ke sektor perkebunan yang lebih terencana.
"Kami memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mulai membangun dari sektor perkebunan. Rotan, kakao, dan gaharu ini kita dorong sebagai sumber penghidupan jangka panjang yang berkelanjutan," ujar Jimmy saat memberikan keterangan pada Selasa (20/1/2026).
Salah satu tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah ketersediaan bahan baku rotan. Meski produk kerajinan anyaman khas Sungai Tubu telah mendapat pengakuan dari pengrajin di Malinau, ketersediaan rotan di alam semakin menipis. Oleh karena itu, pihak kecamatan mulai menggalakkan penanaman kembali rotan secara terpadu. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, budidaya rotan juga berfungsi sebagai upaya menjaga kelestarian kawasan hutan.
Di sektor lain, komoditas gaharu mulai menunjukkan hasil nyata. Jimmy menyebutkan bahwa di Desa Longnyau, warga telah berhasil melakukan panen gaharu pada tahun lalu. Keberhasilan ini menjadi bukti konkret bagi warga lain bahwa sektor perkebunan sangat potensial untuk dikembangkan.
Guna meningkatkan kualitas produksi, pihak kecamatan berencana menjalin kerja sama dengan petani gaharu di Kalimantan Timur untuk mempelajari teknik inokulan dan pola budidaya yang lebih modern melalui studi tiru. Selain ketiga komoditas utama tersebut, potensi madu kelulut juga mulai dilirik untuk dikembangkan karena sangat sesuai dengan karakter alam dan budaya masyarakat setempat.
Melalui berbagai inisiatif ini, Jimmy berharap ekonomi masyarakat pedalaman Sungai Tubu dapat bangkit dan melepaskan stigma sebagai wilayah yang tertinggal. Dengan memaksimalkan potensi alam yang ada, Sungai Tubu diharapkan mampu menjadi daerah yang mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan secara lingkungan. (*)
Editor : Indra Zakaria