TANJUNG SELOR – Kinerja transportasi laut di Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan dinamika yang beragam pada penghujung tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara melaporkan adanya penurunan signifikan pada jumlah penumpang, namun aktivitas distribusi barang secara kumulatif masih mencatatkan tren positif.
Kepala BPS Kaltara, Masud Rifai, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang angkutan laut yang datang ke Kaltara pada November 2025 tercatat sebanyak 13.907 orang. Angka ini mengalami penurunan sebesar 24,53 persen jika dibandingkan dengan capaian pada Oktober 2025 yang sempat menyentuh 18.428 orang.
Secara kumulatif, total penumpang yang datang selama periode Januari hingga November 2025 mencapai 212.729 orang. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, terjadi penurunan tipis sekitar 4,87 persen dari angka 223.621 orang.
Kondisi serupa terjadi pada arus penumpang yang berangkat melalui pelabuhan-pelabuhan di Kaltara. Pada November 2025, jumlah penumpang berangkat tercatat 12.530 orang, turun tajam hingga 32,54 persen dari bulan sebelumnya. Meski demikian, secara total sepanjang tahun 2025, jumlah keberangkatan justru meningkat 6,17 persen dibandingkan tahun lalu, dengan total mencapai 234.697 orang.
Berbeda dengan sektor penumpang, kinerja angkutan barang justru menunjukkan ketangguhan. Walaupun volume barang yang dimuat pada November 2025 turun ke angka 1.315.985 ton karena faktor musiman, secara kumulatif angka pengiriman barang sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 14.991.636 ton. Jumlah ini meningkat 7,89 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Masud menjelaskan bahwa Pelabuhan Pulau Bunyu dan Tanjung Selor masih memegang peranan vital sebagai titik dengan volume muatan barang terbesar. Kenaikan kumulatif ini menjadi indikator bahwa aktivitas distribusi komoditas dan logistik melalui jalur laut di Kaltara tetap berjalan stabil dan mengalami pertumbuhan sepanjang tahun 2025.
Di sisi lain, jumlah barang yang dibongkar pada November 2025 tercatat sebesar 185.813 ton. Penurunan tajam sebesar 62,19 persen dibandingkan Oktober ini terutama dipengaruhi oleh berkurangnya intensitas bongkar muat di Pelabuhan Sungai Nyamuk dan Pulau Bunyu.
Secara keseluruhan, data ini menggambarkan bahwa meskipun mobilitas orang melalui jalur laut cenderung melambat di akhir tahun, arus barang sebagai penggerak ekonomi Kaltara tetap menunjukkan performa yang solid. (*)
Editor : Indra Zakaria