Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Habitat Lama yang Terabaikan: Semak Belukar di Embung Persemaian Tarakan Jadi Sarang Nyaman Buaya

Redaksi Prokal • 2026-01-22 15:00:00
DITANGKAP : Salah satu buaya dari beberapa ekor buaya yang diperkirakan menghuni Embung Persemaian (AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN)
DITANGKAP : Salah satu buaya dari beberapa ekor buaya yang diperkirakan menghuni Embung Persemaian (AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN)

 

TARAKAN – Keberadaan buaya di kawasan Embung Persemaian, Kelurahan Karang Harapan, kini kembali menjadi sorotan hangat di tengah masyarakat. Ketua RT 07 Kelurahan Karang Harapan, Petrus, menegaskan bahwa fenomena munculnya predator air di lokasi tersebut sebenarnya bukanlah hal baru. Jauh sebelum kawasan tersebut difungsikan sebagai embung, lokasi tersebut merupakan kolam alami yang memang sudah menjadi habitat asli buaya sejak lama.

Meski wilayah tersebut dikenal sebagai sarang buaya, Petrus menyebutkan bahwa hingga saat ini belum pernah ada laporan mengenai serangan buaya terhadap manusia. Kepercayaan lokal yang berkembang di masyarakat setempat meyakini bahwa buaya-buaya tersebut hanya memangsa sesama hewan dan cenderung menjauhi interaksi langsung dengan warga sekitar. Namun, kondisi keamanan ini mulai dirasa terancam seiring dengan berubahnya kondisi fisik embung yang semakin tidak terawat.

Masalah utama yang kini dikhawatirkan warga adalah pertumbuhan semak belukar dan rumput liar yang sangat lebat di sekeliling embung. Menurut Petrus, saat kawasan tersebut masih rutin dibersihkan dan dirawat, pergerakan buaya lebih terbatas dan mudah terpantau. Namun saat ini, kondisi yang rimbun justru menciptakan lingkungan yang sangat ideal dan nyaman bagi buaya untuk bersembunyi serta berkembang biak lebih masif.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan, sebab area yang tertutup semak tersebut sering kali dimasuki warga untuk mencari rumput atau sekadar beraktivitas di tepian air. Kondisi semak yang tinggi membuat pandangan menjadi terhalang, sehingga meningkatkan risiko pertemuan yang tidak disengaja antara manusia dan predator tersebut.

Melalui aspirasinya, Petrus berharap instansi terkait segera mengambil langkah nyata untuk melakukan pembersihan dan perawatan rutin terhadap Embung Persemaian. Perawatan ini dianggap krusial, bukan hanya untuk mengembalikan fungsi estetika dan teknis waduk, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk membatasi ruang gerak buaya agar tidak semakin mendekat ke area aktivitas warga. Dengan kondisi embung yang bersih, diharapkan warga akan lebih waspada dan tidak sembarangan masuk ke area-area yang berisiko tinggi.(*)

Editor : Indra Zakaria