TANJUNG SELOR – Proyek raksasa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan kini resmi menyandang status sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Kepastian ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Penetapan ini menegaskan posisi vital proyek tersebut dalam peta jalan transisi energi baru dan terbarukan (EBT) di tingkat nasional.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengungkapkan bahwa PLTA Sungai Kayan yang diproyeksikan memiliki total kapasitas sebesar 9.000 Megawatt (MW) ini telah mendapatkan atensi besar dari pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Proyek ambisius ini dikembangkan oleh PT Kayan Hydro Energy (KHE) yang menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan asal Jepang, Sumitomo Corporation. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangkit listrik ramah lingkungan terbesar di kawasan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan PLTA Sungai Kayan dirancang dengan skema bertahap atau cascade yang mencakup lima bendungan. Syarwani menjelaskan bahwa setiap tahapan memiliki kapasitas yang beragam untuk memastikan efektivitas operasional. Pembangunan dimulai dari tahap pertama dengan kapasitas 900 MW, disusul tahap kedua sebesar 1.200 MW. Sementara itu, tahap ketiga dan keempat masing-masing akan menghasilkan 1.800 MW, dan puncaknya pada tahap kelima akan dibangun bendungan berkapasitas raksasa mencapai 3.300 MW.
Kehadiran sumber energi yang masif ini ditujukan sebagai tulang punggung utama bagi operasional Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi yang berlokasi di Tanjung Palas Timur. Listrik yang dihasilkan akan menjadi pondasi bagi pengembangan industri hilirisasi, termasuk mendukung operasional berbagai smelter yang akan dibangun di kawasan industri hijau tersebut. Ketersediaan energi bersih dalam skala besar ini diprediksi akan menjadi daya tarik utama bagi investor global untuk menanamkan modal di Kalimantan Utara.
Pemerintah Kabupaten Bulungan berkomitmen penuh untuk mengawal kelancaran proyek ini agar berjalan optimal sesuai target yang telah ditetapkan. Syarwani menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan administratif maupun koordinasi di lapangan guna memastikan proyek ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pusat, PLTA Sungai Kayan diharapkan mampu memperkuat posisi Kalimantan Utara sebagai pusat energi bersih nasional.
Pembangunan PLTA ini tidak hanya dipandang sebagai proyek infrastruktur semata, melainkan sebagai langkah transformatif bagi wajah industri Indonesia. Melalui integrasi antara pembangkit listrik tenaga air dan kawasan industri hijau, Indonesia berpeluang besar untuk memimpin pasar produk industri berbasis energi ramah lingkungan di kancah internasional, sekaligus mendukung komitmen global dalam menekan emisi karbon.(*)
Editor : Indra Zakaria