Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kapal Perang Amerika Serikat akan Sandar di Nunukan, Mau Apa dan Ada Apa?

Redaksi Prokal • 2026-01-27 10:30:00
Tim Kedutaan Besar Amerika Serikat saat berdiskusi dengan Pelindo Regional 4 Nunukan terkait rencana kedatangan kapal militer Amerika Serikat.
Tim Kedutaan Besar Amerika Serikat saat berdiskusi dengan Pelindo Regional 4 Nunukan terkait rencana kedatangan kapal militer Amerika Serikat.

NUNUKAN – Pelabuhan Tunon Taka di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kini menjadi sorotan internasional. Kapal militer Amerika Serikat (US Marine) direncanakan akan bersandar di pelabuhan strategis wilayah perbatasan ini sebagai bagian dari agenda kerja sama dan latihan bersama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Menindaklanjuti rencana tersebut, Pelindo Regional 4 Nunukan tengah memfasilitasi survei lokasi yang diajukan secara resmi oleh Detasemen Perlindungan Pasukan (Force Protection Detachment/FPD) dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta pada Januari 2026.

General Manager Pelindo Regional 4 Nunukan, Anugrah Amaliah, menegaskan bahwa pihaknya bertindak profesional dalam memfasilitasi kebutuhan survei teknis ini. "Pelabuhan Tunon Taka adalah titik strategis di perbatasan. Kami mendukung kerja sama ini sesuai peraturan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kedaulatan negara," ujar Anugrah, Senin (26/1).

Tim survei dari pihak Amerika Serikat meminta izin untuk melakukan penilaian mendalam terhadap fasilitas pelabuhan. Area yang menjadi fokus pemeriksaan meliputi pos pemeriksaan keamanan, sistem pengawasan eksterior, pergudangan, hingga kesiapan dermaga yang akan digunakan sebagai lokasi sandar kapal Angkatan Laut AS.

Selain aspek keamanan fisik, survei ini juga mencakup pengecekan fasilitas medis, stasiun pemadam kebakaran, serta kesiapan armada pendukung seperti kapal tunda (tugboat) dan kendaraan darurat. Anugrah menjelaskan bahwa seluruh data yang diambil bersifat referensi teknis guna memastikan prosedur keselamatan internasional terpenuhi.

"Keputusan tidak diambil sepihak. Kami terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan dan instansi pemerintah terkait untuk memastikan semua tahapan berjalan transparan dan sesuai hukum nasional," tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan militer kedua negara, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bahwa Pelabuhan Tunon Taka memiliki kesiapan standar internasional dalam mendukung aktivitas global di beranda terdepan Indonesia. (*)

Editor : Indra Zakaria