Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tarakan Siaga Satu Kebakaran! Cuaca Ekstrem Picu Level Kerawanan Tertinggi di Kawasan Permukiman

Redaksi Prokal • 2026-01-29 15:00:00
RAWAN : Kondisi cuaca di akhir Januari membuat Tarakan masuk dalam kategori sangat mudah terbakar. (BPBD TARAKAN)
RAWAN : Kondisi cuaca di akhir Januari membuat Tarakan masuk dalam kategori sangat mudah terbakar. (BPBD TARAKAN)

 

TARAKAN – Ancaman si jago merah kini mengintai setiap sudut Kota Tarakan seiring dengan kondisi cuaca ekstrem yang menempatkan wilayah ini dalam kategori sangat mudah terbakar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan mengeluarkan peringatan serius bahwa level kerawanan kebakaran saat ini telah mencapai titik tertinggi sejak tanggal dua puluh tiga Januari lalu. Kondisi ini menyebabkan bahan-bahan ringan di permukaan tanah menjadi sangat kering dan rentan tersulut api, baik di area lahan terbuka maupun di kawasan permukiman padat penduduk.

Kepala BPBD Kota Tarakan, Yonsep, menegaskan bahwa situasi ini merupakan ancaman nyata bagi keselamatan jiwa dan harta benda warga. Menurutnya, risiko kebakaran saat ini tidak hanya terbatas pada area hutan atau lahan kosong, tetapi juga berpotensi besar merambat ke kawasan hunian, terutama pada wilayah yang memiliki akses pemadaman terbatas. Pihaknya mencatat bahwa hingga tanggal dua puluh lima Januari, sejumlah kejadian kebakaran lahan sudah mulai pecah di wilayah Kecamatan Tarakan Utara dan Tarakan Barat, yang menjadi sinyal kuat bahwa kewaspadaan harus segera ditingkatkan secara kolektif.

Guna menghadapi situasi darurat ini, BPBD telah meningkatkan kesiapsiagaan personel serta memperketat pemantauan di titik-titik rawan. Namun, Yonsep menekankan bahwa peran aktif masyarakat merupakan kunci utama dalam mencegah terjadinya bencana besar. Warga diimbau keras untuk menghindari segala aktivitas yang memicu percikan api di luar ruangan, seperti pembakaran sampah atau membuang puntung rokok sembarangan di area yang kering.

Selain kewaspadaan di luar rumah, masyarakat juga diminta untuk lebih teliti dalam memperhatikan keamanan di dalam hunian masing-masing. Hal ini meliputi pemeriksaan rutin pada instalasi listrik guna mencegah arus pendek serta memastikan kompor dalam keadaan mati saat ditinggalkan. Kesadaran untuk tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu api menjadi sangat krusial di tengah cuaca yang sangat kering seperti sekarang ini demi menjaga keamanan lingkungan secara menyeluruh.

Sebagai langkah penanganan cepat, BPBD meminta masyarakat untuk segera melaporkan setiap temuan titik api sekecil apa pun kepada petugas. Respon cepat dari warga dinilai dapat menekan dampak kerugian sebelum api meluas dan sulit dikendalikan. Dalam kondisi darurat, masyarakat diarahkan untuk segera menghubungi layanan Call Centre satu satu dua atau menghubungi pihak Pemadam Kebakaran melalui saluran satu satu tiga agar tindakan pemadaman dapat dilakukan sedini mungkin.(*)

 

Editor : Indra Zakaria