MALINAU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya untuk memutus rantai isolasi di kawasan perbatasan dengan merancang pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Apau Kayan, Kabupaten Malinau. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk menghadirkan negara di wilayah terluar sekaligus menekan tingginya biaya hidup akibat sulitnya akses transportasi di kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut.
Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, mengungkapkan bahwa pembangunan jalan di Apau Kayan merupakan elemen vital yang tidak hanya berfungsi sebagai jalur mobilitas warga, tetapi juga pendukung utama pelayanan pemerintahan dan pengawasan wilayah kedaulatan negara. Selama ini, kondisi geografis yang ekstrem menjadi tantangan besar dalam mendistribusikan barang dan jasa, sehingga pembangunan infrastruktur darat menjadi solusi prioritas yang mendesak.
Dalam rencana besar tersebut, Pemprov Kaltara telah memetakan lima ruas jalan strategis yang mencakup tiga kecamatan di kawasan Apau Kayan. Di Kecamatan Kayan Hulu, pembangunan difokuskan pada ruas Sei Jelarai–Sei Tebuhuk–Sei Kihan, jalur yang menghubungkan Desa Long Payau hingga Long Ampung, serta akses menuju objek wisata Air Terjun di Desa Long Temuyat. Sementara di Kecamatan Kayan Selatan, prioritas tertuju pada jalur penghubung Desa Long Ampung ke Desa Long Uro.
Tak kalah penting, di Kecamatan Kayan Hilir, infrastruktur akan dibangun melintasi ruas Long Top hingga Long Sule yang akan menyambung hingga batas wilayah Kalimantan Timur. Selain mempermudah mobilitas, keberadaan akses jalan yang mumpuni ini diproyeksikan menjadi fondasi kuat bagi rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Apau Kayan, serta penunjang pengembangan potensi energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang melimpah di wilayah tersebut.
Wagub berharap adanya kesepakatan lintas sektor terkait status dan fungsi jalan agar proyek ini segera masuk dalam perencanaan resmi nasional dan daerah. Dengan terbukanya akses darat yang layak, kesejahteraan masyarakat di garda terdepan NKRI diharapkan dapat meningkat pesat seiring dengan tumbuhnya sektor pariwisata dan efektivitas tata kelola pemerintahan yang lebih responsif. (fai/uno)
Editor : Indra Zakaria