Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pelantikan Pimpinan Baznas Tarakan Masih Buram, Ketua Pelaksana Bilang: Kami Pegang SK Perpanjangan Wali Kota

Redaksi Prokal • 2026-02-04 11:15:00
MASIH MENUNGGU: Kantor Baznas Tarakan. (AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN)
MASIH MENUNGGU: Kantor Baznas Tarakan. (AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN)

 

TARAKAN – Teka-teki belum dilantiknya pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tarakan periode terbaru terus memicu spekulasi di tengah masyarakat. Meski proses pemilihan dikabarkan telah rampung sejak enam bulan lalu, hingga kini kursi kepemimpinan definitif masih kosong karena Surat Keputusan (SK) dari Wali Kota Tarakan belum kunjung diterbitkan.

Ketua Pelaksana Baznas Tarakan yang juga salah satu calon pimpinan, Syamsi Sarman, memberikan klarifikasi terkait polemik tersebut. Menurutnya, operasional Baznas saat ini tetap berjalan secara legal karena merujuk pada SK Wali Kota tentang perpanjangan masa jabatan pengurus lama. Ia menegaskan bahwa perpanjangan tersebut memiliki legitimasi hukum yang kuat dan sah sesuai regulasi yang berlaku.

"Secara hukum, Wali Kota berwenang memperpanjang masa jabatan pengurus lama sampai ada pengangkatan ketua yang baru. Jadi tidak ada masalah dengan legalitasnya," ujar Syamsi pada Senin, 2 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa seluruh tahapan seleksi, mulai dari pemberkasan hingga wawancara di tingkat daerah dan pusat, sebenarnya sudah dilalui, namun keputusan final sepenuhnya berada di tangan kepala daerah.

Menanggapi desas-desus polemik internal, tokoh Muhammadiyah ini memilih untuk bersikap bijak dan tidak ingin terjebak dalam pusaran konflik. Syamsi menilai dinamika dalam sebuah pemilihan adalah hal yang lumrah. Salah satu pertimbangan rasional di balik penundaan pelantikan ini, menurutnya, adalah untuk menjaga stabilitas kinerja Baznas menjelang bulan suci Ramadan yang merupakan puncak aktivitas pengelolaan zakat.

"Ramadan adalah waktu puncak aktivitas Baznas. Jika dilakukan perubahan yang terlalu mendesak, dikhawatirkan akan berisiko pada pelayanan. Itu mungkin menjadi salah satu pertimbangan Wali Kota," jelasnya. Syamsi menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan program bantuan untuk fakir miskin dan pendidikan anak-anak tetap tersalurkan tanpa gangguan administratif.

Di akhir penjelasannya, Syamsi menegaskan komitmennya untuk tidak mengejar jabatan secara berlebihan. Ia menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan amanah jika dipercaya, namun juga sangat menghormati apa pun keputusan akhir yang akan dikeluarkan oleh Wali Kota Tarakan. Ia mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan menghormati proses organisasi yang sedang berjalan demi kepentingan umat. (zac/jnr)

Editor : Indra Zakaria