Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Surat Terbuka dari Lumpur Perbatasan: Pelajar dan Warga Krayan Timur Tagih Janji Pembangunan ke Presiden Prabowo

Redaksi Prokal • 2026-02-07 11:15:00
SUARAKAN ASPIRASI : Pelajar bersama masyarakat saat melakukan unjuk rasa dan menyampaikan surat terbuka ke Presiden RI, Prabowo Subianto di ruas jalan Pa’ mKebuan–Long Umung, Kecamatan Kra
SUARAKAN ASPIRASI : Pelajar bersama masyarakat saat melakukan unjuk rasa dan menyampaikan surat terbuka ke Presiden RI, Prabowo Subianto di ruas jalan Pa’ mKebuan–Long Umung, Kecamatan Kra

 

NUNUKAN – Sebuah video bernada pilu kembali viral di jagat media sosial, memperlihatkan pelajar dan warga Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, sedang menyampaikan surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Aksi ini dilakukan di tengah jalanan yang rusak parah, penuh kubangan lumpur, dan sangat licin, tepatnya di ruas jalan Pa’ Kebuan–Long Umung.

Jalan yang menjadi latar belakang video tersebut bukanlah akses biasa, melainkan satu-satunya urat nadi penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan dasar bagi warga di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia ini. Selama bertahun-tahun, masyarakat harus berjibaku dengan jalur tanah liat yang berbahaya, terutama saat hujan melanda.

Tokoh Masyarakat Krayan Timur, Jumanli Yohanes, menyatakan bahwa aksi ini lahir dari rasa prihatin yang mendalam akan ketimpangan pembangunan. Ia menekankan bahwa masyarakat Krayan Timur merupakan bagian setia dari NKRI yang taat hukum, namun mereka merasa keadilan dalam pemerataan infrastruktur belum menyentuh wilayah mereka secara maksimal.

Kondisi jalan yang memprihatinkan ini membawa dampak buruk bagi kehidupan sehari-hari. Sektor ekonomi terhambat karena distribusi barang menjadi sulit dan mahal. Lebih menyedihkan lagi, akses pendidikan terganggu di mana para pelajar seringkali harus membawa pakaian ganti ke sekolah karena seragam mereka kotor akibat lumpur, serta banyak waktu terbuang hanya untuk menempuh jarak yang sebenarnya singkat.

Anggota DPRD Nunukan dari Dapil 4, Ryan Antoni, turut menyuarakan dukungan atas aspirasi konstitusional warganya tersebut. Sebagai Ketua Komisi III DPRD Nunukan, ia mengakui adanya kecemburuan sosial yang nyata ketika melihat kesenjangan pembangunan di wilayah perbatasan. Meski kewenangan kabupaten terbatas, pihak legislatif mengaku telah berulang kali melakukan lobi ke pemerintah pusat, termasuk mendatangi Kementerian PUPR di Jakarta tahun lalu untuk memperjuangkan perbaikan jalan ini.

Warga Krayan Timur kini hanya bisa berharap agar program Asta Cita yang dicanangkan pemerintah pusat segera merambah ke pelosok perbatasan. Mereka menanti komitmen nyata agar penderitaan melewati jalan "off-road" setiap hari bisa segera berakhir demi martabat bangsa di mata negara tetangga. (*)

Editor : Indra Zakaria