BULUNGAN — Peristiwa tragis menyelimuti Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, setelah seorang pelajar perempuan berinisial I (16) dilaporkan tenggelam saat sedang mandi di Sungai Giram Pendek pada Rabu (4/2) sore. Setelah dilakukan upaya pencarian intensif selama belasan jam, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh warga setempat pada Kamis (5/2) pagi.
Musibah ini bermula ketika korban mendatangi rumah rekannya, DY (14), di Desa Kelembunan sekitar pukul 15.00 WITA untuk mengajak mandi ke sungai. Keduanya kemudian berboncengan menuju lokasi kejadian. Sesampainya di Sungai Giram Pendek, korban langsung masuk ke air untuk mandi, sementara rekannya hanya berendam di tepian. Namun, saat saksi hendak mengajak pulang, korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air.
Saksi yang panik sempat berupaya mencari korban di sekitar lokasi, namun hasilnya nihil hingga akhirnya ia memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Berdasarkan catatan pihak kepolisian, meskipun saat itu kondisi air sungai sedang surut, arus di bawah permukaan dilaporkan cukup deras sehingga diduga kuat menyeret tubuh korban.
Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, Aipda Hadi Purnomo, menjelaskan bahwa upaya pencarian langsung dikerahkan segera setelah laporan diterima. Personel Polsek Sekatak bersama Koramil dan masyarakat Desa Paru Abang menyisir aliran sungai menggunakan perahu ketinting. Jasad remaja malang tersebut akhirnya ditemukan pada Kamis pukul 06.30 WITA, di lokasi yang tidak jauh dari tempat awal ia mandi.
Jenazah korban yang saat kejadian mengenakan kaos oranye dan celana panjang coklat tersebut langsung dievakuasi ke rumah duka di Desa Kelembunan. Atas permintaan pihak keluarga, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sekatak untuk menjalani proses visum sebelum dimakamkan.
Menanggapi insiden memilukan ini, pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Aipda Hadi Purnomo juga mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar senantiasa waspada saat beraktivitas di sungai, terutama dalam mengawasi anak-anak ketika kondisi arus sedang deras, demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (*)
Editor : Indra Zakaria