PROKAL.CO, TANJUNG SELOR- Rencana operasional kembali pesawat ATR-72 milik maskapai Wings Air untuk rute Tanjung Selor menuju Balikpapan kembali mengalami penundaan. Meskipun sebelumnya sempat dijadwalkan akan mengudara pada akhir Januari 2026, hingga pertengahan Februari ini aktivitas penerbangan tersebut belum juga menunjukkan tanda-tanda dimulai. Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara menyatakan bahwa pihaknya masih terus berkoordinasi dan menunggu informasi terbaru dari pengelola Bandara Tanjung Harapan terkait kepastian jadwal tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kaltara, Idham Chalid, menduga bahwa kendala utama operasional ini berkaitan dengan proses pembaruan izin penerbangan yang belum rampung sepenuhnya. Mengingat izin operasional rute tersebut telah berakhir sejak tahun lalu, terdapat berbagai persyaratan administratif yang harus diperbarui oleh pihak maskapai. Hingga saat ini, pihak bandara belum memberikan pemutakhiran data mengenai sejauh mana proses perizinan tersebut telah berjalan di kementerian terkait.
Selain persoalan administrasi, minimnya jumlah penumpang yang menggunakan rute Tanjung Selor-Balikpapan juga disinyalir menjadi faktor pertimbangan maskapai dalam menentukan konsistensi jadwal terbang. Tingkat keterisian kursi yang relatif rendah membuat operasional pesawat berkapasitas besar sering kali mengalami tantangan dari sisi ekonomi bisnis penerbangan.
Menanggapi ketidakpastian ini, Dinas Perhubungan Kaltara tidak tinggal diam dan mulai melakukan langkah-langkah strategis dengan melobi pemerintah pusat. Pemerintah daerah tengah melakukan audiensi untuk menarik maskapai baru agar mau membuka layanan penerbangan di wilayah Kalimantan Utara. Fokus utama pemerintah adalah mendatangkan maskapai yang bisa melayani rute Tanjung Selor ke Samarinda maupun Balikpapan secara konsisten, termasuk untuk penerbangan perintis di wilayah pedalaman.
Idham menegaskan bahwa pemerintah tidak terpaku pada pesawat berukuran besar. Kehadiran pesawat dengan kapasitas lebih kecil, seperti jenis ATR-42, dinilai sudah cukup memadai asalkan frekuensi dan jadwal penerbangannya tetap konsisten. Dengan konsistensi jadwal, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara di Tanjung Selor akan kembali meningkat, sehingga masalah rendahnya jumlah penumpang dapat teratasi di masa mendatang.(*)
Editor : Indra Zakaria