Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

BMKG Tarakan Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Kaltara Hingga Dua Hari ke Depan

Redaksi Prokal • 2026-02-19 08:50:00
Gelombang tinggi diprediksi masih akan terjadi di perairan Kaltara dan aktivitas pelayaran diminta selalu waspada. (ELIAZAR/RADAR TARAKAN)
Gelombang tinggi diprediksi masih akan terjadi di perairan Kaltara dan aktivitas pelayaran diminta selalu waspada. (ELIAZAR/RADAR TARAKAN)

 

PROKAL.CO, TARAKAN- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan mengeluarkan peringatan bagi seluruh pelaku aktivitas pelayaran dan nelayan di perairan Kalimantan Utara untuk meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan analisis kondisi cuaca terbaru, tinggi gelombang di sejumlah wilayah dilaporkan mengalami peningkatan yang signifikan dan diprediksi akan terus berlangsung selama dua hari ke depan. Peningkatan ini menjadi perhatian serius bagi keselamatan transportasi laut dan aktivitas ekonomi pesisir di wilayah tersebut.

Pihak BMKG merincikan bahwa tinggi gelombang di perairan Kaltara saat ini berkisar antara 1 hingga 1,3 meter. Untuk wilayah perairan Tarakan, ketinggian mencapai 1,4 meter, sementara di perairan Tanjung Selor atau muara Bulungan-Tarakan, gelombang terpantau sedikit lebih tinggi dengan kisaran hingga 1,5 meter. Kondisi ini dipicu oleh angin kencang yang bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan mencapai 18 hingga 25 knot, yang secara langsung mendukung pembentukan gelombang di atas ambang batas normal.

Selain faktor angin, dinamika atmosfer skala global juga turut memperburuk kondisi cuaca di Kalimantan Utara. Fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 2 menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Kondisi ini diperparah dengan suhu muka laut yang lebih hangat dari biasanya, sehingga menyuplai uap air lebih banyak ke atmosfer dan berkontribusi terhadap ketidakstabilan cuaca serta tinggi gelombang di perairan.

BMKG juga menjelaskan adanya pola fluktuasi ketinggian gelombang sepanjang hari. Meskipun pada siang hari gelombang relatif lebih rendah dibandingkan waktu lainnya, angka tersebut tetap berada di atas kondisi normal harian. Puncak ketinggian gelombang justru diprediksi terjadi pada dini hari hingga pagi hari, tepatnya antara pukul 02.00 sampai 08.00 WITA, di mana gelombang bisa mencapai titik tertinggi hingga 1,5 meter.

Menyikapi situasi ini, masyarakat yang beraktivitas di laut, terutama para nelayan dan operator speedboat berkapasitas kecil, diimbau untuk sangat berhati-hati. Gelombang kategori sedang ini memiliki dampak risiko yang besar bagi kapal-kapal berukuran kecil. BMKG Tarakan menekankan pentingnya bagi para pengguna jasa transportasi laut untuk selalu memeriksa informasi cuaca maritim terkini sebelum berlayar guna menghindari potensi risiko kecelakaan di tengah laut. (*)

Editor : Indra Zakaria