Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gelombang Tinggi Hantui Perairan Kaltara Dua Hari ke Depan

Indra Zakaria • 2026-02-20 12:15:25
WASPADA: Aktivitas nelayan di perairan Kaltara diminta waspadai tinggi gelombang laut. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
WASPADA: Aktivitas nelayan di perairan Kaltara diminta waspadai tinggi gelombang laut. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

 

PROKAL.CO— Aktivitas pelayaran dan nelayan di perairan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menghadapi tantangan cuaca yang cukup serius. Dalam beberapa hari terakhir, tinggi gelombang laut dilaporkan mengalami peningkatan signifikan dan diperkirakan kondisi ini masih akan berlanjut hingga dua hari ke depan.

Prakirawan BMKG Tarakan, Danurahni Aryashta, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan model prakiraan terbaru, tinggi gelombang di perairan Kaltara saat ini berada pada kisaran 1 hingga 1,3 meter. Untuk wilayah perairan Tarakan, gelombang berkisar antara 1 hingga 1,4 meter, sementara di perairan Tanjung Selor yang meliputi muara Bulungan hingga Tarakan, ketinggiannya dapat mencapai 1 hingga 1,5 meter.

Menurut Danurahni, potensi gelombang tinggi ini dipicu oleh tiupan angin yang lebih kencang dari biasanya. Saat ini, angin dominan bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan berkisar antara 18 hingga 25 knot. Kondisi ini secara langsung mendukung pembentukan gelombang yang lebih tinggi di permukaan laut.

Selain faktor angin, dinamika atmosfer global juga turut berperan dalam memperburuk kondisi cuaca. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada pada fase 2 memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Utara. Situasi ini diperkuat oleh suhu muka laut yang relatif lebih hangat, sehingga menambah suplai uap air ke atmosfer yang tidak hanya meningkatkan potensi hujan tetapi juga berkontribusi pada kenaikan tinggi gelombang.

Danurahni menambahkan bahwa gelombang tidak terjadi secara merata sepanjang hari. Pada siang hari, tinggi gelombang cenderung lebih rendah meski tetap berada di atas kondisi normal, yakni sekitar 0,8 hingga 1 meter dari biasanya yang hanya 0,3 sampai 0,6 meter. Puncak bahaya justru diprediksi terjadi pada dini hari hingga pagi, sekitar pukul 02.00 hingga 08.00 Wita, dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.

Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau dengan tegas kepada para nelayan, operator speedboat, serta pengguna kapal kecil untuk lebih waspada dan mempertimbangkan kembali jadwal pelayaran mereka. Gelombang dengan kategori sedang ini dinilai sangat berisiko bagi kapal berukuran kecil, sehingga masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum memutuskan untuk berangkat. (*)

Editor : Indra Zakaria