TARAKAN — Menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara mengambil langkah cepat guna menjamin ketersediaan uang tunai bagi masyarakat. BI memproyeksikan kebutuhan uang layak edar (ULE) di Bumi Benuanta akan melonjak tajam, sehingga dana sebesar Rp701 miliar telah disiapkan untuk memastikan transaksi selama periode Lebaran berjalan tanpa hambatan.
Kepala KPwBI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, mengungkapkan bahwa jumlah penyediaan uang tunai tahun ini mengalami peningkatan signifikan, yakni sekitar 22 persen dibandingkan realisasi pada tahun 2025. Kenaikan ini bukan tanpa alasan; geliat ekonomi masyarakat yang terus membaik memicu lonjakan konsumsi rumah tangga, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), hingga tingginya frekuensi transaksi di sektor perdagangan dan jasa selama momentum hari besar keagamaan.
Kesiapan dana jumbo ini dikemas melalui program bertajuk Semarak Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Program ini tidak hanya berfokus pada jumlah, tetapi juga memastikan distribusi uang tunai merata di seluruh pelosok Kaltara dalam kondisi yang layak edar. Hasiando menegaskan bahwa sinergi bersama pihak perbankan telah diperkuat agar proses distribusi tepat sasaran dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara luas.
Bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang, BI telah menambah kuota paket penukaran menjadi 5,3 juta lembar, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 4,3 juta lembar. Layanan ini akan tersedia mulai 18 Februari hingga 13 Maret 2026 melalui 36 titik penukaran resmi. Untuk memudahkan akses dan menghindari antrean panjang, masyarakat diwajibkan melakukan pemesanan jadwal dan lokasi melalui platform digital PINTAR.
Selain memfasilitasi penukaran, BI terus gencar mengedukasi masyarakat untuk selalu waspada terhadap peredaran uang palsu dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Masyarakat juga diingatkan untuk lebih mencintai rupiah dengan menerapkan prinsip 5J agar uang tidak cepat rusak. Di sisi lain, BI tetap mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan pembayaran digital guna menjaga efisiensi sistem keuangan di tengah tingginya perputaran uang tunai.
Langkah antisipatif ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Tarakan, Khairul. Ia menilai kelancaran distribusi uang tunai menjadi kunci stabilitas ekonomi daerah, terutama bagi sektor UMKM yang biasanya meraup keuntungan berlipat saat Ramadan. Dengan ketersediaan dana yang memadai, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat Kaltara tetap optimal dan stabilitas harga di pasar dapat terjaga dengan baik hingga hari kemenangan tiba. (sas/uno)
Editor : Indra Zakaria