TANJUNG SELOR — Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kecelakaan udara yang menimpa pesawat pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Krayan. Insiden naas yang melibatkan pesawat milik Pelita Air tersebut terjadi pada Kamis siang dan menyisakan kesedihan mendalam bagi jajaran pemerintah provinsi.
Saat ditemui di Tanjung Selor pada Jumat, Gubernur Zainal menyatakan keprihatinan yang luar biasa atas kejadian gagal lepas landas pesawat yang sedang menjalankan misi pelayanan publik tersebut. Ia menegaskan bahwa tugas yang diemban oleh awak pesawat merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam memastikan ketersediaan energi di wilayah pelosok.
Berdasarkan kronologi yang diterima, pesawat dengan nomor penerbangan PAS 7101 tersebut baru saja menyelesaikan tugas menurunkan 4.000 liter BBM jenis Pertalite di Bandara Long Bawan. Setelah proses bongkar muatan selesai, pesawat bersiap untuk kembali terbang menuju Tarakan. Namun, sesaat setelah lepas landas sekitar pukul 12.10 Wita, musibah terjadi di kawasan Gunung Pa’belaban, Desa Kampung Baru, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan.
Laporan jatuhnya pesawat tersebut segera ditindaklanjuti oleh pihak bandara dan tim evakuasi. Di lokasi kejadian, petugas menemukan pilot pesawat, Capt. Hendrick L. Adam, dalam kondisi meninggal dunia di dalam badan pesawat. Jenazah korban kemudian berhasil dievakuasi pada sore hari dan dibawa ke RS Pratama Krayan untuk penanganan medis lebih lanjut sebelum dipulangkan ke pihak keluarga.
Gubernur Zainal Arifin Paliwang juga memberikan doa khusus bagi mendiang Capt. Hendrick L. Adam, berharap pengabdian sang pilot dalam mendistribusikan kebutuhan vital bagi warga perbatasan dicatat sebagai amal ibadah. Mantan Wakapolda Kaltara ini berharap keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi masa sulit ini. (*)
Editor : Indra Zakaria