Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pasca Kecelakaan Pesawat BBM, Warga Krayan Desak Percepatan Akses Jalan Darat

Redaksi Prokal • Minggu, 22 Februari 2026 - 20:05 WIB

Tampak terlihat jalan penghubung antara kecamatan di wilayah Krayan.
Tampak terlihat jalan penghubung antara kecamatan di wilayah Krayan.

 

NUNUKAN – Kepergian Captain Hendrik Ludwig Adam dalam insiden jatuhnya pesawat pengangkut BBM milik Pelita Air menyisakan duka mendalam bagi masyarakat di dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan. Di tengah suasana berkabung, warga setempat memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi sang pilot yang selama ini menjadi ujung tombak distribusi energi di wilayah perbatasan tersebut.

Camat Krayan, Ronny Firdaus, mengenang sosok Captain Hendrik sebagai pribadi yang setia melayani kebutuhan masyarakat meski harus menghadapi risiko tinggi setiap kali terbang menembus medan pegunungan yang ekstrem. "Kami bersyukur atas apa yang telah berjalan selama ini hingga insiden itu terjadi. Captain Hendrik sangat setia melayani masyarakat Krayan," ungkap Ronny dengan penuh haru, Jumat (20/2/2026).

Namun, tragedi ini juga menjadi pengingat pahit akan kerentanan jalur logistik di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. Ronny menegaskan bahwa mengandalkan jalur udara saja tidak lagi berimbang dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Krayan yang hanya bisa dijangkau dengan pesawat udara membuat mobilitas orang dan barang sangat bergantung pada faktor cuaca dan kesiapan armada, yang sewaktu-waktu bisa terhenti.

"Pertanyaan mendasarnya, sampai kapan BBM harus terus diterbangkan untuk sampai ke Krayan? Jika jalan penghubung Krayan-Malinau segera fungsional, itu akan sangat mendukung jalur darat yang lebih stabil," jelasnya.

Pemerintah setempat mendesak agar pembangunan jalan darat yang telah dikerjakan selama beberapa tahun terakhir segera difungsikan secara total. Ronny menekankan bahwa permintaan ini bukan bermaksud menyudutkan pemerintah di tengah momentum kedukaan, melainkan murni aspirasi kebutuhan mendasar sebagai bagian dari NKRI.

"Krayan ini bagian dari Indonesia. Tentu kita berharap pemerintah punya perhatian secara khusus. Selama ini distribusi barang sangat terbatas karena jalur udara memiliki banyak risiko. Jalur darat sangat kami perlukan untuk mobilisasi yang lebih aman," pungkas Ronny.

Bagi masyarakat Krayan, fungsionalitas jalan darat bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jaminan keselamatan dan keadilan sosial agar nyawa para pengabdi seperti Captain Hendrik tidak terus dipertaruhkan demi setetes BBM di beranda negeri.

Editor : Indra Zakaria