Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pasca-Kecelakaan Pesawat Pengangkut BBM, Warga Krayan Khawatir Stok Menipis

Redaksi Prokal • 2026-02-23 08:45:00

Kecelakaan pesawat pengangkut BBM ke Krayan Kamis (19/2) lalu. (DOK WARGA)
Kecelakaan pesawat pengangkut BBM ke Krayan Kamis (19/2) lalu. (DOK WARGA)

TANJUNG SELOR – Tragedi jatuhnya pesawat pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) di Gunung Pa’ Belaban, Krayan Timur, pada Kamis (19/2) lalu meninggalkan duka mendalam sekaligus kekhawatiran besar bagi masyarakat di perbatasan RI-Malaysia. Insiden ini diprediksi akan berdampak langsung pada stabilitas pasokan energi di wilayah Krayan jika tidak segera ditangani.

Tokoh adat Dayak Lundayeh Kaltara, Marli Kamis, mengungkapkan bahwa selama ini operasional pengangkutan BBM ke wilayah Krayan bergantung pada dua unit pesawat yang rutin terbang setiap hari. Dengan jatuhnya satu unit pesawat, kini hanya tersisa satu armada untuk melayani kebutuhan lima kecamatan.

"Mungkin kalau tidak ada penggantinya, dalam dua hingga tiga minggu ke depan akan terjadi kelangkaan BBM di Krayan. Karena pengangkutan BBM itu dilakukan rutin setiap hari untuk memenuhi kebutuhan di sana," ujar Marli, Minggu (23/2).

Mengingat krusialnya jalur udara sebagai satu-satunya akses distribusi BBM ke perbatasan, pihak maskapai didorong untuk segera menyiapkan pesawat pengganti. Marli, yang juga merupakan mantan Anggota DPRD Kaltara, menekankan bahwa keterlambatan penanganan akan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat di lima kecamatan Krayan.

Selain masalah kuantitas armada, Marli juga memberikan catatan serius mengenai standar keselamatan penerbangan. Ia menyarankan agar pihak maskapai memperketat proses pemeliharaan (maintenance) berkala sebelum melakukan penerbangan, berkaca pada standar yang diterapkan oleh Mission Aviation Fellowship (MAF). "Hal ini perlu diperhatikan, karena kasihan jika terjadi kecelakaan seperti ini. Pilot juga memiliki keluarga yang menunggu di rumah," tegasnya.

Di tengah kekhawatiran akan krisis energi, masyarakat Krayan tetap menyampaikan rasa hormat dan duka cita yang mendalam kepada keluarga pilot yang gugur dalam tugas. Sang pilot dianggap sebagai pahlawan yang berjasa dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pelosok provinsi ke-34 Indonesia ini.

"Terima kasih atas kebaikan pilot ini dalam melayani pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat Krayan selama ini. Semoga Tuhan memberikan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan," pungkas Marli.

Pemerintah dan pihak terkait kini diharapkan dapat bergerak cepat untuk memastikan rantai distribusi BBM ke Krayan kembali normal guna menghindari krisis yang lebih luas di wilayah perbatasan. (*)

 

Editor : Indra Zakaria