Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Trans Kaltara Lumpuh Total! Jembatan di Sekatak Amblas, Akses Bulungan Terputus

Redaksi Prokal • 2026-02-28 01:47:22

Jalan poros Trans Kaltara di Desa Kelembunan, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan tak bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat. (POLRESTA BULUNGAN UNTUK HRK)
Jalan poros Trans Kaltara di Desa Kelembunan, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan tak bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat. (POLRESTA BULUNGAN UNTUK HRK)

 

TANJUNG SELOR — Jalur vital Trans Kalimantan Utara (Kaltara) di Desa Kelembunan, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, dilaporkan terputus total sejak Kamis (26/2/2026) dini hari. Akses utama penghubung antarwilayah ini lumpuh setelah gorong-gorong penyangga jalan longsor dan runtuh sekitar pukul 00.00 Wita.

Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, melalui PS Kasubsi PIDM Sihumas Aipda Hadi Purnomo, mengonfirmasi bahwa amblasnya badan jalan tersebut memiliki dimensi yang cukup besar, yakni lebar sekitar 10 meter, panjang 8 meter, dengan kedalaman mencapai 4 meter. Skala kerusakan ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas.

"Personel sudah berada di lapangan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas. Kami memastikan situasi di lokasi tetap aman meski akses utama lumpuh," ujar Aipda Hadi Purnomo.

Sebagai langkah darurat, pihak kepolisian telah memasang garis polisi dan rambu peringatan guna menghindari risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas di kegelapan malam. Kapolsek Sekatak bersama Camat dan tim dari Dinas PUPR Bidang Bina Marga juga telah meninjau lokasi untuk merumuskan penanganan cepat terhadap jalur distribusi logistik yang sangat krusial ini.

Guna menjaga mobilitas masyarakat, petugas mengarahkan pengendara baik dari arah Tanjung Selor maupun sebaliknya untuk menggunakan jalur alternatif. Pengguna jalan diminta memutar melewati Desa Kelembunan Bawah, menembus ke Desa Kelising atau Paru Abang, sebelum kembali keluar menuju jalan poros Trans Kaltara.

Hingga saat ini, koordinasi intensif antarinstansi terus dilakukan untuk percepatan perbaikan jembatan. Mengingat jalur ini merupakan urat nadi transportasi di Kalimantan Utara, penanganan darurat diharapkan segera terealisasi agar distribusi barang dan aktivitas warga tidak terhambat lebih lama.(*)

Editor : Indra Zakaria