Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gerak Cepat! Trans Kaltara yang Amblas di Sekatak Sudah Bisa Dilalui Kendaraan

Redaksi Prokal • 2026-02-28 02:50:00

INFRASTRUKTUR: Kondisi jalan yang amblas di Sekatak yang sudah dapat dilewati. (PJN WILAYAH I KALTARA)
INFRASTRUKTUR: Kondisi jalan yang amblas di Sekatak yang sudah dapat dilewati. (PJN WILAYAH I KALTARA)

TANJUNG SELOR – Akses vital Jalan Poros Trans Kalimantan Utara (Kaltara) yang sempat terputus total akibat amblasnya badan jalan di wilayah Sekatak, Kabupaten Bulungan, kini sudah mulai pulih. Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Kaltara berhasil melakukan penanganan darurat dalam waktu singkat sehingga arus lalu lintas kembali tersambung.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Satker PJN Wilayah I Kaltara, Dendy Sofian, mengonfirmasi bahwa jalur penghubung antara Tanjung Selor menuju Kabupaten Tana Tidung dan Malinau tersebut sudah dibuka secara fungsional sejak Kamis (26/2) malam.

"Sudah kita coba open traffic dari semalam. Sementara masih diperlukan perbaikan agregatnya, tapi kendaraan sudah bisa lewat," ujar Dendy pada Jumat (27/2).

Penanganan darurat dilakukan dengan mengganti komponen armco (pipa baja bergelombang) yang runtuh menggunakan stok yang tersedia di Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kaltara. Meskipun sudah dapat dilalui, pihak PJN akan terus memantau kondisi perkerasan jalan di titik KM.TJS. 109+420 tersebut. Jika ditemukan penurunan atau kerusakan pada badan jalan hasil perbaikan, tim teknis akan segera melakukan perbaikan kembali (repair).

Untuk solusi jangka panjang, Dendy menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan penanganan permanen dengan mengganti konstruksi gorong-gorong menggunakan box culvert beton berukuran 2x2 meter. Langkah ini diambil agar struktur jalan lebih kokoh dan mampu menahan beban kendaraan serta arus air di masa mendatang.

Sebelumnya, badan jalan sepanjang 12 meter dengan lebar 11 meter tersebut amblas total pada Kamis dini hari, yang sempat menyebabkan kelumpuhan distribusi logistik dan mobilitas warga. Dengan kembali dibukanya jalur utama ini, diharapkan aktivitas ekonomi di wilayah utara Kalimantan dapat kembali normal sepenuhnya. (*)

Editor : Indra Zakaria