Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Nunukan Dikepung Banjir: 12 Ribu Jiwa Terdampak di 10 Kecamatan, Fasilitas Umum Terendam

Redaksi Prokal • 2026-02-28 12:15:00

PEMANTAUAN : Tinggi Muka Air (TMA) di Sungai Sembakung mengalami kenaikan beberapa hari terakhir berdasarkan alat ukur yang terpasang.
PEMANTAUAN : Tinggi Muka Air (TMA) di Sungai Sembakung mengalami kenaikan beberapa hari terakhir berdasarkan alat ukur yang terpasang.

 

NUNUKAN – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Nunukan dalam sepekan terakhir memicu banjir besar yang merendam pemukiman warga di 10 kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan mencatat sebanyak 4.033 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 12.484 jiwa terdampak bencana ini.

Wilayah yang terendam meliputi Kecamatan Lumbis Hulu, Lumbis Pensiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai, Sembakung, dan Sebuku. Selain itu, wilayah dataran tinggi seperti Kecamatan Krayan, Krayan Timur, serta Krayan Barat juga tidak luput dari terjangan air.

Kasubid Evaluasi BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengungkapkan bahwa selain pemukiman, kerusakan juga meluas ke berbagai sektor publik. Tercatat sebanyak 17 fasilitas pendidikan, 12 fasilitas kesehatan, 31 kantor pemerintahan, 19 rumah ibadah, serta 18 fasilitas umum lainnya ikut terdampak.

"Meskipun warga yang sempat mengungsi di Kecamatan Lumbis mulai kembali ke rumah seiring air yang surut, aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar di beberapa wilayah hingga kini masih belum pulih sepenuhnya," ujar Hasanuddin, Jumat (27/2/2026).

Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan pemerintah desa setempat saat ini tengah berjibaku melakukan pembersihan material sisa banjir berupa lumpur dan batang kayu yang menutup akses jalan, terutama di wilayah Krayan dan Lumbis. Fokus pemantauan kini dialihkan pada Tinggi Muka Air (TMA) di titik-titik krusial seperti Desa Mansalong dan Desa Atap.

Laporan terbaru menunjukkan debit air di Kecamatan Sembakung masih terus merangkak naik. Hingga Kamis malam, TMA di Lumbis tercatat mencapai 9,9 meter, sementara di Sembakung berada di angka 4 meter. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan adanya banjir susulan mengingat ramalan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

BPBD Nunukan mengeluarkan peringatan keras bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada dan bersiap melakukan evakuasi mandiri jika debit air kembali meningkat secara drastis. (*)

Editor : Indra Zakaria