TANJUNG SELOR- Manajemen Damri Tanjung Selor mulai mematangkan persiapan guna melayani arus mudik Lebaran Idulfitri 2026 di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Sebanyak 14 unit armada bus telah dinyatakan siap beroperasi setelah melalui serangkaian pemeriksaan teknis yang ketat. General Manager Damri Tanjung Selor, Junaid, mengungkapkan bahwa dari total 18 unit bus yang dimiliki, empat di antaranya masih dalam proses perbaikan sehingga pihaknya memaksimalkan unit yang ada. "Jadi kita gunakan yang 14 unit. Sebanyak 14 unit ini juga sudah kita ikutkan ramp check," ujar Junaid saat memberikan konfirmasi pada Jumat (27/2).
Selain kelaikan kendaraan, faktor keselamatan penumpang juga menjadi prioritas utama dengan melakukan pengecekan kesehatan terhadap para kru lapangan. Junaid menegaskan bahwa seluruh sopir atau pengemudi Bus Damri telah menjalani tes urine untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan narkotika selama bertugas. "Alhamdulillah hasilnya negatif semua. Semua negatif narkoba," tuturnya dengan nada lega. Langkah preventif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan lintas kabupaten di Kaltara maupun menuju Kalimantan Timur.
Distribusi armada ini tersebar di beberapa titik strategis, yakni 10 unit bersiaga di Tanjung Selor, dua unit di Tana Tidung, dan dua unit di Malinau. Junaid merinci bahwa armada tersebut akan melayani lima trayek angkutan perintis, mulai dari rute Tanjung Selor menuju Log Tunggu hingga Malinau ke Salang, serta dua trayek komersial utama yakni Tanjung Selor–Malinau dan Tanjung Selor–Berau. Terkait biaya perjalanan, manajemen memastikan bahwa harga tiket saat ini masih berada di tarif normal tanpa ada informasi kenaikan dalam waktu dekat.
Meskipun persiapan sudah matang, grafik penumpang di awal Ramadan ini dilaporkan masih relatif stabil. Junaid memprediksi bahwa pergerakan massa baru akan terlihat signifikan mendekati hari raya. "Justru relatif sepi. Biasa lonjakan penumpang itu terjadi di H-3 atau H-2," pungkasnya. Ia juga menambahkan bahwa jika berkaca pada data tahun sebelumnya yang mengalami kenaikan hingga 28 persen, pihak Damri tetap waspada meskipun tren untuk tahun 2026 ini masih sulit terbaca di fase awal bulan suci. (*)
Editor : Indra Zakaria