TARAKAN- Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Kalimantan Utara kini dalam status siaga tinggi menyusul kondisi cuaca di perairan Kaltara yang kurang bersahabat dalam beberapa hari terakhir. Sekretaris Gapasdap Kaltara, Bayu Ngari Singal, menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan tinggi gelombang dan alur pelayaran guna mencegah terjadinya kecelakaan laut.
“Memang kebetulan cuaca lagi tidak begitu bersahabat. Dari Gapasdap Kaltara kami tetap mengutamakan untuk selalu menjaga alur pelayaran, serta lebih memperhatikan kondisi cuaca dan ombak,” ujar Bayu pada Sabtu (28/2). Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi antara KSOP, BMKG, dan Polairud diperkuat agar informasi peringatan dini bisa segera sampai ke tangan nahkoda dan operator speedboat reguler. Menurutnya, respons cepat terhadap data cuaca sangat krusial untuk menentukan langkah antisipasi di lapangan.
Meski gelombang mulai terlihat di beberapa titik perairan, Bayu memastikan hingga saat ini operasional speedboat reguler masih berjalan sesuai jadwal. Belum ada penundaan keberangkatan baik untuk rute antarkota maupun antar-kabupaten dalam sepekan terakhir. “Memang ada gelombang, tapi belum tergolong besar dan masih bisa dilewati dengan aman,” jelasnya. Kendati demikian, ia mengingatkan para nahkoda agar tidak memaksakan diri jika situasi di tengah laut berubah secara mendadak.
Gapasdap Kaltara menegaskan tidak akan ragu untuk mengambil opsi penundaan pelayaran jika kondisi gelombang dinilai telah melampaui batas aman. Pengawasan mandiri juga terus dilakukan di dermaga-dermaga utama untuk memastikan kesiapan alat keselamatan di atas kapal. Dengan kewaspadaan yang ditingkatkan ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan lewat jalur laut. (*)
Editor : Indra Zakaria