Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Banjir Nunukan Mulai Surut, BPBD Kaltara Tetap Siagakan Tim Reaksi Cepat di Wilayah Terdampak

Redaksi Prokal • 2026-03-01 10:00:00

DAMPAK BANJIR: Warga bersama petugas melakukan pembersihan material lumpur sisa banjir yang meredam di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis. (BPBD KALTARA UNTUK HRK)
DAMPAK BANJIR: Warga bersama petugas melakukan pembersihan material lumpur sisa banjir yang meredam di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis. (BPBD KALTARA UNTUK HRK)

 

NUNUKAN- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara masih menetapkan status siaga meskipun kondisi banjir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Nunukan mulai menunjukkan tren membaik. Kepala Pelaksana BPBD Kaltara, Andi Amriampa, menegaskan bahwa monitoring intensif terus dilakukan guna memastikan keselamatan warga, terutama di titik-titik rawan luapan sungai. "Saat ini kita masih tahap monitoring perkembangan di lapangan. Jika kondisinya mendesak, segera kita turunkan TRC (Tim Reaksi Cepat)," ujar Andi pada Kamis (26/2).

Bencana banjir ini dipicu oleh akumulasi curah hujan tinggi, fenomena pasang surut air laut, serta sedimentasi yang menyebabkan Sungai Sedalir dan Sungai Sembakung meluap. Kondisi diperparah dengan adanya banjir kiriman yang sempat membuat tinggi muka air di Desa Mansalong melonjak hingga 10,4 meter, jauh di atas batas normal 7 meter. Akibatnya, ribuan jiwa di enam kecamatan—mulai dari Lumbis Hulu hingga Sembakung—terdampak, dengan puluhan warga terpaksa mengungsi ke posko darurat.

Kabar baik datang dari Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, di mana air dilaporkan mulai berangsur surut sejak pagi tadi. Warga bersama petugas gabungan kini mulai bahu-membahu membersihkan material lumpur sisa banjir yang merendam permukiman dan fasilitas umum seperti sekolah. Meski aktivitas masyarakat mulai pulih secara perlahan, Andi Amriampa tetap mengeluarkan imbauan keras agar warga tidak lengah, mengingat potensi hujan sedang hingga tinggi diprediksi masih akan terjadi, terutama pada malam hari. (*)

Editor : Indra Zakaria