Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Perkuat Tulang Punggung Pangan, Pemprov Kaltara Pacu Infrastruktur dan Investasi Pertanian

Indra Zakaria • 2026-03-02 14:37:04

SEKTOR PERTANIAN: Sejumlah kawasan yang sebelumnya minim aktivitas pertanian mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Lahan sawah yang dahulu terbatas kini bertambah luas. (HRK)
SEKTOR PERTANIAN: Sejumlah kawasan yang sebelumnya minim aktivitas pertanian mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Lahan sawah yang dahulu terbatas kini bertambah luas. (HRK)

 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) kini tengah tancap gas memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan daerah. Langkah ini tidak lagi sekadar berfokus pada perluasan lahan semata, melainkan sudah merambah pada pembangunan ekosistem yang lebih menyeluruh, mulai dari infrastruktur pendukung hingga pembukaan keran investasi secara luas.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Heri Rudiyono, mengungkapkan bahwa saat ini sektor pertanian di wilayah perbatasan ini sedang memasuki fase penguatan yang signifikan. Beberapa kawasan yang dulunya minim aktivitas tani kini mulai menunjukkan geliat produktivitas. Salah satu capaian yang menggembirakan adalah munculnya areal sawah baru seluas sekitar 200 hektare di salah satu kabupaten yang sebelumnya hampir tidak memiliki lahan persawahan memadai.

Namun, Heri menegaskan bahwa luas lahan bukanlah satu-satunya kunci kesuksesan. Infrastruktur, khususnya jalan usaha tani, menjadi faktor krusial yang tengah digenjot oleh pemerintah. Mengingat geografis Kaltara yang luas dengan jarak antarpemukiman yang cukup jauh, keberadaan jalan akses sangat vital untuk memangkas biaya distribusi hasil panen dari lumbung produksi menuju pasar masyarakat.

Momentum kebangkitan pertanian di Kaltara ini juga mendapat angin segar dari besarnya perhatian pemerintah pusat. Dukungan serius dari Presiden Prabowo Subianto terhadap penguatan ketahanan pangan nasional dinilai sebagai peluang emas bagi daerah untuk bergerak lebih cepat. Sinergi antara pusat dan daerah diharapkan mampu menjawab tantangan di wilayah-wilayah dengan populasi besar yang hingga kini masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah.

Meski tantangan distribusi dan ketergantungan pasokan masih membayangi daerah dengan populasi di atas 50 ribu jiwa, optimisme tetap membubung tinggi. Dengan kombinasi strategi perluasan lahan, peningkatan efisiensi anggaran, serta masuknya investasi baru, pemerintah yakin sektor pertanian akan bertransformasi menjadi penopang utama ekonomi dan kedaulatan pangan Kaltara dalam beberapa tahun ke depan.(dkisp)

Editor : Indra Zakaria