Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sembakung Siaga! Banjir Rendam Fasilitas Umum dan Ratusan Rumah, Debit Air Terus Merangkak Naik

Redaksi Prokal • 2026-03-03 09:50:00

TERDAMPAK : Kondisi sejumlah desa di Kecamatan Sembakung terendam banjir yang diakibatkan curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir.
TERDAMPAK : Kondisi sejumlah desa di Kecamatan Sembakung terendam banjir yang diakibatkan curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir.

 

NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan tengah melakukan pemantauan intensif seiring meningkatnya Tinggi Muka Air (TMA) di Kecamatan Sembakung. Berdasarkan data terbaru, debit air telah menyentuh angka 4,60 meter, atau naik 8 sentimeter dari pemantauan sebelumnya yang berada di posisi 4,52 meter pada Sabtu (28/2/2026). Angka ini terpaut jauh dari batas kondisi normal yang biasanya berada di kisaran 3 meter.

Kepala Pos BPBD Sembakung, Taufik, mengonfirmasi bahwa kenaikan debit air kiriman ini telah berdampak signifikan pada lima desa di wilayah tersebut, yakni Desa Atap, Desa Tagul, Desa Manuk Bungkul, Desa Lubakan, dan Desa Tujung.

Desa Atap tercatat sebagai wilayah dengan dampak terparah. Banjir melumpuhkan berbagai fasilitas vital, mulai dari kantor pemerintahan seperti Kantor Camat Sembakung dan KUA, fasilitas keamanan (Koramil dan Pos Damkar), hingga infrastruktur layanan publik seperti kantor PLN, Kantor Pos, serta sejumlah rumah ibadah. Sektor pendidikan pun tak luput dari terjangan air; tercatat SDN 1, SDN 2, SMPN 1, hingga SMA Sembakung terendam banjir.

"Jumlah rumah terdampak di Desa Atap saja mencapai 181 unit, yang dihuni oleh 270 kepala keluarga dengan total 864 jiwa," ungkap Taufik pada Minggu (1/3/2026).

Kondisi serupa terjadi di Desa Tagul dan Desa Manuk Bungkul, di mana gedung sekolah, kantor desa, dan posyandu dilaporkan tergenang. Di Desa Tagul, sebanyak 12 rumah terdampak, sementara di Desa Manuk Bungkul terdapat 17 rumah yang terendam. Untuk Desa Lubakan dan Desa Tujung, tercatat total 17 rumah warga yang ikut terdampak luapan air sungai.

Meski demikian, BPBD melaporkan bahwa lima desa lainnya di Kecamatan Sembakung, yakni Desa Tepian, Pelaju, Pagar, Butas Bagu, dan Labuk, hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Petugas di lapangan terus bersiaga dan berkoordinasi dengan aparat desa serta instansi terkait untuk memantau pergerakan air dan menyiapkan langkah evakuasi jika TMA terus menunjukkan tren kenaikan.

"Pemantauan perkembangan tinggi muka air terus dilakukan guna memitigasi risiko lebih lanjut bagi masyarakat di bantaran sungai," pungkas Taufik. (*)

Editor : Indra Zakaria