Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Banjir Sungai Sembakung Berangsur Surut, Satu Kecamatan di Nunukan Masih Terendam

Redaksi Prokal • 2026-03-04 07:40:00

TERDAMPAK: Kondisi Desa Manuk Bungkul satu dari lima desa di Kecamatan Sembakung yang masih terendam banjir.
TERDAMPAK: Kondisi Desa Manuk Bungkul satu dari lima desa di Kecamatan Sembakung yang masih terendam banjir.

 

NUNUKAN – Kondisi hidrologi Sungai Sembakung di Kabupaten Nunukan mulai menunjukkan tren positif. Setelah sempat meluap dan merendam enam wilayah kecamatan, kini Tinggi Muka Air (TMA) dilaporkan perlahan kembali normal di mayoritas titik terdampak.

Berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan hingga Minggu sore (1/3), ketinggian air sungai terpantau berada di angka 4,59 meter. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 6 sentimeter dari posisi sebelumnya, menandakan debit air mulai melandai.

Kasubid Evaluasi BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, mengonfirmasi bahwa dari enam kecamatan yang dilintasi aliran sungai, lima di antaranya sudah dinyatakan kembali normal. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, dan Sembakung Atulai.

"Hingga pukul 17.30 WITA kemarin, kondisi di lima kecamatan tersebut sudah surut. Namun, untuk Kecamatan Sembakung sendiri saat ini masih terdampak dan banyak rumah warga yang terendam," ujar Hasanuddin.

Data BPBD mencatat dampak signifikan masih dirasakan warga di Kecamatan Sembakung. Terdapat 5 desa dari total 8 desa yang masih tergenang air. Sebanyak 1.434 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 4.477 jiwa terdampak oleh luapan sungai ini. Meskipun hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengungsi, kondisi fisik bangunan cukup memprihatinkan.

Hingga Minggu sore, tercatat sebanyak 227 unit rumah masih terendam banjir dengan ketinggian air di dalam rumah warga mencapai lebih dari 1 meter pada titik terdalam. Tim gabungan dari BPBD, Polri, TNI, serta relawan terus melakukan pemantauan intensif di lokasi dan memberikan imbauan agar warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di hulu sungai yang sulit diprediksi. (*)

Editor : Indra Zakaria