Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Lumpur dan Longsor Kepung Krayan: Akses Lembudud-Long Layu Rusak Parah, Jembatan Mulai Putus

Redaksi Prokal • 2026-03-04 09:25:00

MEMPRIHATINKAN : Kondisi jalan antar kecamatan di Krayan kembali rusak parah hingga sulit dilalui masyarakat.
MEMPRIHATINKAN : Kondisi jalan antar kecamatan di Krayan kembali rusak parah hingga sulit dilalui masyarakat.

 

NUNUKAN – Masyarakat di dataran tinggi Krayan kembali harus mengelus dada. Akses jalan utama yang menghubungkan antar-kecamatan di wilayah perbatasan ini kembali dilaporkan rusak parah. Kondisi jalan yang menyerupai kubangan lumpur membuat mobilisasi warga dan distribusi barang terhambat total.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengungkapkan bahwa ruas jalan lingkar Lembudud-Long Layu kini sangat sulit dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Curah hujan yang tinggi di wilayah Krayan menjadi pemicu utama hancurnya badan jalan di titik-titik krusial.

"Banyak kendaraan terjebak lumpur dan sulit keluar. Untuk bisa lolos, kendaraan harus ditarik mobil lain atau dibantu tenaga manusia. Situasi ini terus berulang setiap tahun saat musim hujan tiba," ujar Oktavianus, Selasa (3/3/2026).

Kerusakan paling parah terpantau sepanjang 300 meter di ruas Lembudud-Long Layu. Namun, kondisi yang lebih memprihatinkan terjadi di wilayah Kecamatan Krayan Barat, di mana hampir 80 persen badan jalan dilaporkan hancur total. Selain lumpur, longsor juga mulai memutus beberapa titik jembatan, yang semakin mengisolasi pergerakan antar-kecamatan.

Kondisi ini berdampak langsung pada waktu tempuh perjalanan masyarakat. Jika dalam keadaan normal perjalanan antar-wilayah hanya memakan waktu 2 hingga 3 jam, kini warga harus menghabiskan waktu hingga 5 jam lebih karena kendaraan sering terjebak di tengah kubangan.

Warga berharap ada solusi permanen dari pemerintah pusat maupun provinsi mengingat Krayan merupakan wilayah strategis di beranda terdepan NKRI yang sangat bergantung pada akses jalan darat untuk menjaga stabilitas harga pangan dan kebutuhan pokok. (*)

Editor : Indra Zakaria