TANJUNG SELOR – Perjuangan menghadirkan terang hingga ke pelosok Kalimantan Utara (Kaltara) masih menjadi tantangan besar. Data terbaru menunjukkan angka desa yang belum menikmati aliran listrik justru membengkak menjadi 123 desa, meningkat dari laporan sebelumnya yang tercatat 115 desa akibat pembaruan data lapangan yang lebih presisi.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Yosua Batara Payangan, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah kini memasang target ambisius namun realistis. Setiap tahunnya, diharapkan ada 10 hingga 20 desa yang "merdeka" dari kegelapan.
“Harapannya 10 sampai 20 desa klir atau teraliri listrik setiap tahun. Artinya, dalam lima tahun ke depan, kita targetkan 100 desa sudah bisa terlistriki,” ujar Yosua saat ditemui di Tanjung Selor, Rabu (4/3/2026).
Mengingat keterbatasan anggaran daerah (APBD), Pemprov Kaltara kini lebih banyak menaruh harapan pada kucuran dana dari pemerintah pusat melalui APBN. Tantangan geografis menjadi kendala utama; desa-desa yang belum berlistrik ini mayoritas berada di wilayah terisolasi yang mustahil dijangkau oleh jaringan kabel transmisi dari kota-kota besar seperti Malinau atau Nunukan.
Sebagai solusinya, pemerintah mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Skema ini dianggap paling masuk akal untuk wilayah pedalaman karena pembangkit dan jaringannya dibangun langsung di lokasi sesuai jumlah penduduk setempat.
“Jadi pembangkit dan jaringannya ada di lokasi tersebut. Ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing titik terpencil,” tutur Yosua menjelaskan strategi teknis di lapangan.
Potret ketimpangan elektrifikasi di Kaltara terlihat jelas dari sebaran wilayahnya. Sementara Kota Tarakan sudah hampir mencapai rasio elektrifikasi 100 persen, beban berat masih bertumpu di Kabupaten Nunukan dan Malinau yang mencatatkan jumlah desa gelap terbanyak.
Dengan target bertahap ini, akses listrik diharapkan tidak hanya menjadi sarana penerangan semata, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi warga di beranda utara Indonesia. Lima tahun ke depan akan menjadi pembuktian bagi komitmen pemerintah dalam mewujudkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat Kaltara. (iwk/lim)
Editor : Indra Zakaria