TANJUNG SELOR – Akses jalan poros Trans Kaltara, tepatnya di kawasan Sungai Urang, Kelurahan Tanjung Palas Hilir, Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, sempat terhambat akibat insiden tanah longsor pada Minggu (9/3). Material tanah serta bongkahan batu berukuran besar meluncur dari tebing dan menutup sebagian badan jalan, sehingga membahayakan para pengguna jalan yang melintas.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan, Rafidin, mengungkapkan bahwa pihaknya segera menerjunkan tim sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat. Koordinasi cepat langsung dilakukan dengan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Kaltara untuk mengerahkan alat berat guna membersihkan material yang menutupi aspal.
Namun, upaya pembersihan sempat terkendala karena terjadinya longsor susulan sekitar pukul 18.00 Wita. Bongkahan batu besar kembali jatuh ke titik yang sama, memaksa tim di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan. Guna mempercepat penanganan dan memastikan keamanan jalur distribusi utama tersebut, BPBD Bulungan bersinergi dengan Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, serta aparat TNI dan Polri dari Polsek maupun Koramil setempat.
Sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi longsor lanjutan, petugas telah memasang pita pengaman (scotlight), lampu torpedo, serta rambu peringatan di sekitar lokasi kejadian. Pemasangan alat pemberi isyarat ini sangat penting, terutama saat malam hari, agar pengendara dapat melihat area bahaya dari jarak jauh.
Masyarakat yang melintasi jalur Trans Kaltara di kawasan Sungai Urang diimbau untuk tetap waspada dan mengurangi kecepatan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan struktur tanah tebing yang masih labil. Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih terus memantau situasi di lokasi untuk memastikan jalur tetap dapat dilalui dengan aman. (*)
Editor : Indra Zakaria