Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Target Mulus H-10 Lebaran: Perbaikan Jalan Trans Kaltara Dikebut, Titik Longsor Tana Tidung Jadi Atensi Khusus

Redaksi Prokal • 2026-03-11 07:15:00

SEGERA DITANGANI: Longsor di jalan Trans Kaltara Tana Tidung ini semakin membesar. (SOPIAN/RADAR TARAKAN)
SEGERA DITANGANI: Longsor di jalan Trans Kaltara Tana Tidung ini semakin membesar. (SOPIAN/RADAR TARAKAN)

TIDENG PALE – Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 H, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Utara bergerak cepat melakukan perbaikan infrastruktur di sepanjang jalur Trans Kaltara. Berdasarkan hasil survei laik jalan tim gabungan baru-baru ini, sejumlah titik kerusakan mulai dari lubang kecil hingga aspal amblas ditemukan di rute strategis Sekatak, Tana Tidung, hingga Malinau.

Preservasi BPJN Kaltara, Kuntiadi, menegaskan bahwa proses perbaikan sudah mulai berjalan di lapangan. Pihaknya menggunakan skema penanganan yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan, termasuk penggunaan sistem Tambalan Cepat Mantap (TCM) untuk lubang-lubang kecil agar fungsionalitas jalan segera pulih.

"Kami pastikan H-10 Idulfitri semua jalan rusak di Trans Kaltara sudah selesai diperbaiki. Target kami adalah memastikan arus mudik masyarakat berjalan lancar tanpa hambatan berarti," ujar Kuntiadi kepada Radar Tarakan.

Ia menjelaskan bahwa tantangan utama di jalur Trans Kaltara adalah kondisi tanah dan fondasi jalan yang sebagian besar merupakan eks jalur perusahaan (logging). Pada beberapa titik, bagian bawah badan jalan masih berupa kayu sehingga sangat rentan amblas jika tergerus air atau beban berat, seperti yang sempat terjadi di wilayah Sekatak beberapa waktu lalu. Untuk mengantisipasi gangguan mobilitas, Kuntiadi juga tengah merencanakan pembentukan Unit Reaksi Cepat (URC) guna menangani kendala jalan secara instan.

Sementara itu, titik longsor yang cukup parah di dekat Simpang AJP Tana Tidung juga mendapatkan perhatian serius. Plt Kepala Dinas Perhubungan Kaltara, M. Arief Prasetiawan, menginformasikan bahwa DPUPR Provinsi akan melakukan perbaikan total di lokasi tersebut. Rencananya, penanganan akan melibatkan pembuatan gorong-gorong permanen untuk memastikan drainase berjalan baik dan mencegah longsor susulan.

Meskipun perbaikan total tersebut diperkirakan memakan waktu hingga tiga bulan, langkah antisipasi awal telah dilakukan. Tim gabungan telah memasang papan peringatan, rambu kewaspadaan, hingga garis polisi di sekitar lokasi longsor yang kian membesar guna mencegah kecelakaan bagi para pemudik yang melintas. (*)

Editor : Indra Zakaria