TARAKAN- Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan memastikan transisi kepengurusan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tarakan periode 2025–2030 tidak akan mengganggu pelayanan umat selama bulan Ramadan. Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, menegaskan bahwa pelantikan pimpinan baru baru akan dilaksanakan setelah seluruh rangkaian pengumpulan dan penyaluran zakat tahun ini tuntas.
Keputusan ini diambil agar pengurus lama dapat menyelesaikan tanggung jawab besar mereka dalam mengelola zakat fitrah dan pendistribusiannya kepada masyarakat yang berhak sebelum Idulfitri. Wali Kota menjadwalkan rapat pleno penetapan akan dilakukan sebelum lebaran, namun serah terima jabatan secara resmi dilakukan setelah momentum hari raya.
“Kita berharap pengurus lama menyelesaikan tugasnya sampai pengumpulan dan pembagian zakat tahun ini selesai. Setelah Lebaran sudah clear, barulah pengurus Baznas yang baru dilantik,” ujar dr. Khairul pada Rabu (11/3/2026).
Langkah ini dinilai strategis mengingat Ramadan adalah masa tersibuk bagi lembaga pengelola zakat. Pemkot ingin memastikan bahwa proses audit rutin—yang melibatkan Baznas pusat, Kementerian Agama, hingga Satuan Pengawasan Internal (SPI)—tetap berjalan akuntabel selama masa transisi ini.
Wali Kota juga menaruh harapan besar pada lima calon pimpinan yang telah lolos seleksi ketat di tingkat daerah hingga pusat. Dengan komposisi figur yang merepresentasikan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam besar seperti NU, Muhammadiyah, hingga Hidayatullah, Khairul optimistis sinergi pengelolaan zakat di Tarakan akan semakin kuat.
“Harapannya pimpinan baru nanti lebih agresif dalam menggali potensi zakat yang sangat besar di Tarakan. Kami juga ingin ada keberlanjutan program agar prestasi yang sudah ada tidak terputus,” tambahnya.
Dalam rapat pleno mendatang, para calon pimpinan akan dihadirkan untuk memberikan pandangan mereka terkait visi pengelolaan zakat ke depan. Sementara itu, Syamsi Sarman, salah satu calon pimpinan yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Baznas saat ini, menyatakan kesiapannya mengikuti arahan Wali Kota.
“Kami sebagai peserta seleksi tentu menerima apa pun keputusan Pak Wali. Saat ini fokus utama adalah memastikan pelayanan zakat kepada masyarakat selama Ramadan tetap berjalan maksimal,” pungkas Syamsi. (*)
Editor : Indra Zakaria