Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Diterjang Longsor Hebat, Jalur Darat Long Berang Putus Total: Warga dan Tenaga Medis Dievakuasi Menggunakan Longboat

Redaksi Prokal • 2026-03-19 06:30:00

LONGSOR: Tampak depan Puskesmas Long Berang pasca longsor yang terjadi selasa dini hari. (DOK WARGA)
LONGSOR: Tampak depan Puskesmas Long Berang pasca longsor yang terjadi selasa dini hari. (DOK WARGA)

 

MALINAU – Cuaca ekstrem berupa hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Long Berang, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, memicu bencana tanah longsor di tiga titik krusial. Peristiwa yang terjadi sejak Selasa dini hari tersebut mengakibatkan sedikitnya lima unit rumah rusak parah dan memutus akses transportasi darat, sehingga memaksa petugas melakukan proses evakuasi dramatis melalui jalur sungai.

Bencana ini bermula saat hujan lebat mulai membasahi kawasan Mentarang Hulu sejak pukul 17.00 WITA. Berdasarkan kesaksian Kepala Puskesmas Long Berang, Oldiana, getaran tanah pertama kali terasa pada pukul 21.18 WITA, yang kemudian disusul oleh longsoran kedua yang jauh lebih besar pada pukul 02.01 WITA. Material lumpur dan pepohonan tumbang seketika menutup badan jalan, membuat tim penyelamat tidak memiliki pilihan lain selain mengerahkan armada longboat untuk menjangkau lokasi terdampak dan menyelamatkan warga yang terjebak.

Dampak kerusakan paling parah terlihat pada fasilitas publik dan rumah dinas. Empat rumah dinas tenaga medis yang terletak di sekitar puskesmas serta satu rumah guru sekolah dasar dilaporkan mengalami kerusakan struktural yang signifikan, terutama pada bagian dapur yang tertimbun material tanah. Selain di area puskesmas, longsor juga menghantam kawasan SMA Negeri 11 Malinau yang mengakibatkan satu unit sepeda motor hancur dan ternak milik warga tertimbun hidup-hidup.

Meski kerusakan materiil cukup besar, otoritas setempat mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam tragedi ini. Seluruh tenaga medis, guru, dan warga yang rumahnya tidak lagi layak huni telah berhasil dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Untuk sementara waktu, para pengungsi ditempatkan di Gedung BPU Desa Long Berang yang kini difungsikan sebagai posko darurat sekaligus dapur umum guna menjamin ketersediaan logistik bagi para korban.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Dinas Kesehatan dan pihak kecamatan telah meninjau lokasi untuk memetakan langkah penanganan jangka pendek. Namun, kekhawatiran masih menyelimuti warga setempat mengingat kondisi tanah yang masih labil dan potensi hujan susulan yang diprediksi masih akan terjadi. Oldiana pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri kembali ke rumah yang berada di zona merah guna menghindari risiko longsor susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. (*)

Editor : Indra Zakaria