TANJUNG SELOR – Geliat arus mudik Lebaran di Kalimantan Utara mulai menunjukkan lonjakan yang signifikan, khususnya di Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor. Otoritas pelabuhan mencatat rata-rata sebanyak 1.250 penumpang kini diberangkatkan setiap harinya menuju Tarakan menggunakan armada speedboat. Lonjakan ini tidak hanya didominasi oleh warga lokal Bulungan, tetapi juga dipadati oleh pemudik asal Kalimantan Timur, terutama dari Kabupaten Berau, yang memilih jalur transit melalui Tanjung Selor untuk mengejar jadwal kapal Pelni di Tarakan.
Kepala UPP Kelas II Tanjung Selor, Wujang Sunardi, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena banyak pemudik asal Berau yang bertujuan ke Sulawesi tidak memiliki akses langsung kapal Pelni di daerahnya. Alhasil, mereka menempuh perjalanan darat ke Tanjung Selor sebelum melanjutkan perjalanan laut menuju Tarakan. Tren peningkatan ini terpantau mulai merangkak naik sejak Jumat (13/3) lalu dan terus bertahan di angka tinggi hingga saat ini, berbanding terbalik dengan jumlah penumpang kedatangan yang justru mengalami penurunan di angka 800 orang per hari.
Menyikapi lonjakan ini, pihak Syahbandar menegaskan aturan keselamatan yang sangat ketat bagi seluruh operator speedboat. Salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah kewajiban manifes penumpang. UPP Kelas II Tanjung Selor menyatakan tidak akan mentolerir adanya penumpang "gelap" atau mereka yang namanya tidak tercantum dalam manifes perjalanan. Langkah tegas ini diambil sebagai standar prosedur keselamatan pelayaran guna memastikan seluruh jiwa yang berada di atas kapal terdata dengan akurat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Untuk menjamin kelancaran mobilisasi warga, sebanyak 23 armada speedboat disiagakan setiap hari untuk melayani rute Tanjung Selor–Tarakan. Sebelum diizinkan lepas tambat, setiap armada wajib menjalani pemeriksaan kelaikan teknis secara menyeluruh oleh petugas di lapangan. Wujang memastikan bahwa sejauh ini kapasitas armada yang tersedia masih mampu menampung antusiasme pemudik, sehingga belum ada laporan mengenai penumpang yang terlantar akibat kehabisan tiket. (*)
Editor : Indra Zakaria