Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak (paternal involvement) merupakan salah satu faktor penting dalam proses tumbuh kembang anak. Hasil penelitian para ahli psikologi menunjukkan bahwa anak-anak yang ayahnya terlibat secara positif dalam pengasuhan, akan terlihat lebih cerdas secara moral dan emosi pada saat mereka tumbuh dewasa.
========================
Oleh: Zulkifli Rahman
Kepala SDN Takulat, Tabalong
========================
Dikatakan Sundari (2013) dalam sebuah prosiding seminar National Parenting di Indonesia, bahwa banyak anak-anak di Indonesia yang mengalami fatherless atau tumbuh tanpa pendampingan seorang ayah. Adanya wacana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diungkapkan gubernur Anies Baswedan untuk memberikan cuti bagi ayah yang istrinya akan melahirkan merupakan sebuah ide yang bagus.
Kebijakan cuti melahirkan di negeri ini hanya berlaku bagi kaum hawa. Tujuan utama dari pemberian cuti kepada ayah tentulah untuk melibatkan peran serta ayah terhadap perkembangan anaknya. Seorang ayah akan merasakan bagaimana susahnya mengasuh anak, sehingga akan menyadarkan akan pentingnya anak bagi keluarga.
Edward Elmer Smith psikolog Amerika menyebut Fatherless adalah hilangnya peran ayah di rumah baik fisik maupun psikologisnya. Indonesia termasuk Negara ketiga Fatherless Country adalah negara dengan peran ayah yang minim. Elly Risman dari tahun 2008-2010, studi di 33 provinsi di Indonesia, menyatakan bahwa Indonesia salah satu negara paling “yatim” di dunia. Waktu anak bertemu ayahnya hanya 65 menit perhari.
Penelitian dari The University of New Jersey anak yang banyak berinteraksi dengan ayahnya memiliki IQ lebih tinggi dibanding anak yang tak cukup berinteraksi dengan sang ayah. Apabila seorang anak sama sekali tidak merasakan peran dari seorang ayah, maka dia akan merasa kesulitan untuk melakukan adaptasi baik di sekolah, lingkungan sosial atau pun dalam perubahan yang lain. Hasil reset tersebut menunjukan bahwa enam puluh tiga persen anak yang tak pernah mengenal ayahnya akan mengalami masalah psikologis seperti gelisah, tidak memiliki pendirian, fobia, dan depresi.
Dan lima puluh enam persen lebih memiliki daya tangkap di bawah rata-rata, serta empat puluh tiga persen anak sangat agresif terhadap orang tua (sayangianak.com.). Di beberapa negara Eropa sudah memberlakukan cuti bagi seorang ayah untuk menunggu kelahiran anaknya. Di antara negara tersebut adalah Swedia memberikan sembilan puluh hari. Estonia memberikan dua bulan. Islandia memberikan cuti selama tiga bulan dan Lithunia memberikan cuti empat pekan dan masih banyak negara di Eropa Utara lainnya.
Selama ini, mendidik anak hanya tugas ibu. Sedangkan ayah bertugas mencari nafkah. Sementara untuk anak sepenuhnya tanggung jawab ibu. Jadi jangan sampai anak kehilangan sosok ayah sehingga ia menjadikan figur ayah yang lain. Saatnya orang tua bekerja sama menciptakan keluarga bahagia. Jangan sampai kehilangan momen untuk mendidik anak. Membentuk keluarga hebat dengan peranan ayah. Bahkan terkadang ia (ayah.red) tidak pernah bertegur sapa dengan anak, luangkan waktu untuk berkomunikasi. Karena komunikasi sangat penting untuk membangun kedekatan dan keakraban antara ayah dan anak.
Seperti yang terjadi antara nabi Ibrahim untuk menjalankan perintah Allah menyembelih anaknya nabi Ismail. Dari sejarah ini sebagai ayah bisa mengambil pelajaran bahwa menjalin komunikasi sangat penting untuk memutuskan suatu permasalahan seperti yang dilakukan nabi Ibrahim dengan anaknya nabi Ismail. Keakraban ayah bersama buah hatinya juga diceritakan dalam Alquran, yakni Lukmanul Hakim yang dengan kasih sayang memanggil putranya dengan kasih sayang “ya bunayya” panggilan kasih terhadap buah hatinya.
Keberhasilan dalam mendidik anak sesuatu yang membanggakan. Dan semuanya tidak semudah yang dibayangkan dan tidak semudah membalik telapak tangan, tetapi perlu proses yang sangat panjang dan berliku perlu kesabaran dan ketekunan serta keteladanan. Mari bersama ciptakan keluarga kecil penuh berkah dan syukur kepada Allah SWT dan semoga kita bisa menjadi ayah yang tidak asing bagi anak.
Pelajaran yang sangat penting bagi ayah bahwa pentingnya membangun komunikasi dan panggilan yang baik terhadap anak. Saatnya ayah untuk menyempatkan waktu sehari saja dalam seminggu, untuk bersama seperti misalnya pada hari Sabtu atau Minggu. Membangun kebersamaan dan keakrabannya tanpa harus pergi piknik, tetapi bisa mengisinya di rumah. Selalu menemani anak ketika akan tidur bisa dilakukan dengan mendongeng. Karena mendongeng sebelum tidur akan membangun kebersamaan dan kedekatan antara ayah dan anak. Selain itu juga menambah keakraban diantara mereka (ayah dan anak red.), janganlah anak hanya dekat dengan ibunya saja. (*)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin