BANJARMASIN – Warga yang berencana melakukan perjalanan udara menuju Kota Seribu Sungai kini tengah dilanda kecemasan. Sejak memasuki awal April, tiket pesawat dari berbagai kota besar di Indonesia menuju Banjarmasin dilaporkan telah habis terjual atau full booked. Fenomena kelangkaan tiket ini diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga tanggal 8 April 2026 mendatang.
Kondisi ini membuat banyak calon penumpang merasa gelisah dan kebingungan mencari alternatif kepulangan. Salah satu warga, Tia, mengaku terpaksa beralih menggunakan jalur laut karena seluruh maskapai dari Surabaya menuju Banjarmasin sudah tidak lagi menyediakan kursi kosong. Pengalaman serupa dialami oleh Hj Wati yang sedang berlibur di Bali; ia kesulitan menemukan tiket pulang langsung dan hanya menemukan opsi transit dengan harga fantastis di atas Rp3 juta serta durasi menunggu yang sangat lama.
Pihak agen perjalanan, Camesa Travel, mengonfirmasi bahwa rute-rute populer seperti dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang tujuan Banjarmasin memang sudah tidak tersedia lagi di sistem pemesanan. "Semua penerbangan dari tanggal 1 hingga 8 April sudah habis. Kami belum mendapatkan informasi pasti dari pihak maskapai apakah ini dampak arus balik yang masif atau pengaruh isu kenaikan harga BBM," ujar Aisyah dari Camesa Travel.
Bagi masyarakat yang sangat mendesak untuk pulang, opsi penerbangan baru tersedia mulai tanggal 9 April 2026. Namun, ketersediaan kursi tersebut pun didominasi oleh maskapai kelas premium seperti Garuda Indonesia dengan harga yang sudah melambung tinggi. Akibatnya, jalur laut kini menjadi primadona dadakan bagi warga yang enggan menunda kepulangan terlalu lama.
Situasi ini memicu harapan agar pihak otoritas bandara maupun maskapai segera memberikan penjelasan atau solusi, seperti penambahan jadwal penerbangan (extra flight), guna mengurai penumpukan penumpang yang tertahan di berbagai kota. Hingga berita ini diturunkan, kepadatan arus penumpang menuju Bandara Internasional Syamsudin Noor diprediksi akan tetap tinggi hingga pertengahan pekan depan. (*)
Editor : Indra Zakaria