Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Strategi Hadapi El Nino: DKP3 Tabalong Instruksikan Petani Percepat Musim Tanam Guna Hindari Gagal Panen

Redaksi Prokal • 2026-04-04 10:30:01
Petani di Kabupaten Tabalong menyemprot padi di sawah.(Foto:Ibnu Dwi Wahyudi/Radar Banjarmasin)
Petani di Kabupaten Tabalong menyemprot padi di sawah.(Foto:Ibnu Dwi Wahyudi/Radar Banjarmasin)

 

TANJUNG – Ancaman kemarau ekstrem atau fenomena El Nino yang diprediksi melanda Kabupaten Tabalong mulai bulan ini hingga Agustus 2026 mendatang memicu langkah siaga dari pemerintah daerah. Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Perikanan (DKP3) Kabupaten Tabalong secara resmi menginstruksikan para petani untuk melakukan percepatan musim tanam tahun ini sebagai strategi utama memitigasi risiko kekeringan.

Kepala DKP3 Kabupaten Tabalong, Fahrul Raji, menegaskan bahwa percepatan ini sangat krusial mengingat sektor tanaman pangan seperti padi, jagung, dan hortikultura merupakan sektor yang paling rentan terdampak jika kemarau panjang terjadi. Untuk meminimalisir risiko gagal panen, pihak dinas mendorong petani menggunakan varietas benih dengan masa tanam yang lebih singkat atau berumur pendek.

"Langkah ini menjadi strategi utama kami. Kami mendorong petani segera melakukan pengolahan lahan dan penanaman kembali, terutama bagi wilayah yang baru saja menyelesaikan masa panen. Kami juga telah menyiapkan dukungan berupa penyediaan benih untuk membantu proses percepatan ini," jelas Fahrul Raji dalam keterangannya.

Meski ancaman El Nino membayangi, Fahrul meminta para petani di Bumi Saraba Kawa untuk tetap tenang dan tidak panik secara berlebihan. Menurutnya, kondisi serupa pernah dialami Tabalong pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran untuk lebih disiplin mengikuti anjuran teknis dari penyuluh pertanian di lapangan.

Saat ini, kondisi pertanaman di Kabupaten Tabalong terpantau beragam; beberapa wilayah sudah memasuki masa panen, sementara wilayah lainnya sedang bersiap memulai musim tanam. Perbedaan kontur lahan ini disikapi DKP3 dengan imbauan spesifik agar lahan yang sudah kosong segera diolah kembali tanpa menunda waktu. Sinergi antara petani dan pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah di tengah cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#padi #tabalong