PROKAL.CO- Kinerja keuangan Pemerintah Kota Banjarbaru pada Tahun Anggaran 2025 mencatatkan hasil yang sangat impresif dengan realisasi pendapatan yang melampaui target secara signifikan. Sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru menunjukkan taringnya dalam pengelolaan fiskal setelah berhasil membukukan pendapatan daerah mencapai Rp1,813 triliun. Angka fantastis ini setara dengan 122,51 persen dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp1,480 triliun, mencerminkan pertumbuhan ekonomi kota yang semakin kokoh dan mandiri.
Capaian yang melampaui ekspektasi ini dinilai bukan sekadar deretan angka statistik, melainkan fondasi vital untuk mempercepat transformasi pembangunan di Banjarbaru. Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari optimalisasi berbagai sumber pendapatan daerah serta manajemen keuangan yang jauh lebih efektif. Dengan ruang fiskal yang kini lebih leluasa, pemerintah kota memiliki modal kuat untuk merealisasikan berbagai program strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat luas.
Prioritas utama dari melimpahnya pendapatan daerah ini akan diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan infrastruktur perkotaan. Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen agar setiap rupiah yang masuk ke kas daerah dapat dirasakan manfaatnya melalui pembangunan yang berdampak nyata. Selain itu, penggalian potensi penerimaan dari sektor-sektor baru yang sah dan berkelanjutan akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas ekonomi daerah dalam jangka panjang.
Ke depan, penguatan tata kelola keuangan yang akuntabel tetap menjadi fokus utama bagi jajaran Pemkot Banjarbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Erna Lisa Halaby. Momentum penguatan fiskal ini diharapkan tidak hanya mempercantik wajah ibu kota, tetapi juga menjadi mesin penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Dengan pengelolaan yang transparan, optimisme pembangunan di Banjarbaru kini berada pada jalur yang tepat untuk mewujudkan kota yang lebih maju dan melayani. (*)
Editor : Indra Zakaria