BARABAI — Harapan besar 41 calon jemaah umrah asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci harus berujung duka dan kekecewaan mendalam. Setelah menyetorkan dana bernilai fantastis, keberangkatan mereka mendadak dibatalkan saat sebagian rombongan justru telah menginjakkan kaki di Bandara Syamsudin Noor.
Para jemaah tersebut awalnya mendaftar melalui penyelenggara umrah yang dikelola Hj Fauziah di Barabai, di mana teknis keberangkatan selanjutnya ditangani oleh Travel Hijaz Safar milik Suriadi. Masing-masing jemaah telah melunasi paket perjalanan 18 hari sebesar Rp27,5 juta per orang, dengan total dana terkumpul mencapai lebih dari Rp1,1 miliar.
Perwakilan jemaah, Ijab, mengungkapkan bahwa indikasi ketidakjelasan sudah terasa dari berulangnya penundaan jadwal keberangkatan tanpa kepastian yang jelas dari pihak travel. “Sudah beberapa kali jadwal berubah, tetapi kami tidak pernah mendapat kepastian kapan benar-benar berangkat,” ujar Ijab.
Puncak kekecewaan para jemaah meletus ketika kabar pembatalan resmi diterima. Bahkan, situasi terasa sangat ironis karena sebagian jemaah sudah terlanjur tiba di bandara dengan segala persiapan matang sebelum akhirnya dipaksa gigit jari dan pulang kembali.
“Kami sangat kecewa. Rombongan sudah sampai di bandara, tetapi akhirnya tidak jadi berangkat. Kami tidak menuntut macam-macam, hanya ingin uang kami dikembalikan,” tegas Ijab. Menanggapi pembatalan sepihak tersebut, pihak travel beserta pengelola penyelenggara umrah telah menandatangani surat pernyataan tertulis. Mereka berkomitmen mengembalikan seluruh dana jemaah secara utuh tanpa potongan sedikit pun dalam jangka waktu satu bulan.
Sebagai bukti keseriusan, Hj Fauziah dan Suriadi turut menyerahkan sejumlah aset berharga—mulai dari sertifikat kendaraan hingga sertifikat rumah—sebagai jaminan atas penyelesaian ganti rugi tersebut.
“Kami berharap komitmen yang sudah ditandatangani itu benar-benar dipenuhi sehingga seluruh dana jemaah bisa kembali,” tutur Ijab penuh harapan. Hingga saat ini, baik Hj Fauziah maupun Suriadi masih belum memberikan pernyataan resmi maupun menanggapi konfirmasi terkait kejelasan nasib pengembalian dana puluhan jemaah tersebut. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : Radar Banjarmasin