BANJARBARU — Meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru telah resmi menetapkan status siaga akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah setempat hingga saat ini dipastikan masih berjalan normal. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru memilih bertindak hati-hati sembari terus memantau perkembangan kualitas udara di wilayahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid, menegaskan bahwa pihaknya siap mengambil langkah diskresi penyesuaian skema pembelajaran jika pekatnya kabut asap terbukti kian memburuk dan membahayakan kesehatan para siswa maupun tenaga pendidik.
"Kita melihat perkembangannya. Dari pemerintah kota kan sudah menetapkan kondisi terkait kebakaran ini. Jadi, kalau memang ternyata kabut asapnya mulai meningkat, tentu kita imbau seluruh satuan pendidikan, mulai dari murid, guru, hingga masyarakat," ujar Abdul Basid.
Hingga saat ini, Disdik Banjarbaru belum menerbitkan surat edaran resmi terkait pengalihan kegiatan belajar menuju Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem dalam jaringan (online). Menurut Basid, perubahan kebijakan sangat bergantung pada indikator keparahan kabut asap di lapangan.
"Kalau memang ternyata angkanya parah, baru kita sesuaikan jm(kebijakannya). Tapi kalau memang masih normal-normal saja, ya pembelajaran tetap berjalan seperti biasa," tegasnya.
Pihaknya juga menekankan bahwa penyesuaian aturan tertulis masih menunggu hasil evaluasi menyeluruh serta koordinasi intensif bersama pihak terkait.
"Untuk kebijakan secara tertulis melalui surat edaran, saat ini belum. Masih kita tunggu dan pantau terus perkembangannya," pungkas Basid. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : Radar Banjarmasin