Karhutla Mulai Mengintai, Pemko Banjarmasin Belum Tetapkan Status Siaga

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 10:35 WIB
BPBD Banjarmasin sudah memetakan titik rawan karhutla di Banjarmasin. (BPBD Banjarmasin)
BPBD Banjarmasin sudah memetakan titik rawan karhutla di Banjarmasin. (BPBD Banjarmasin)

BANJARMASIN — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai bermunculan di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin. Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin mulai meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengawasan di titik-titik rawan, khususnya di wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara.

Sekretaris BPBD Kota Banjarmasin, Budi Fitriadi, mengungkapkan bahwa kemunculan titik api pada area vegetasi kering diduga kuat dipicu oleh kelalaian manusia.

"Berdasarkan beberapa kebakaran lahan terjadi di Kecamatan Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara. Karena itu, pengawasan di kawasan yang memiliki vegetasi kering terus diperketat, penyebabnya diduga sementara lantaran puntung rokok," terang Budi Fitriadi.

Kendati musibah kebakaran lahan dan fenomena kabut asap sudah mulai melanda daerah tetangga seperti Banjarbaru, kualitas udara di Kota Banjarmasin dipastikan masih berada pada rentang yang aman. Pemantauan berkala yang dilakukan melalui Stasiun Pemantau Kualitas Udara di kawasan Kayu Tangi menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masih dalam kategori baik.

"Dampak asap dari kabupaten/kota tetangga sampai sekarang belum ada. Hasil pemantauan kualitas udara juga masih baik," jelas Budi. Menghadapi potensi puncak musim kemarau, BPBD Kota Banjarmasin menargetkan penetapan status siaga darurat karhutla baru akan dilakukan pada awal Agustus mendatang. Sebelum penetapan tersebut, koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, dan instansi terkait akan digelar guna mematangkan pembentukan Posko Siaga Karhutla serta pengerahan personel gabungan.

Selain itu, skenario antisipasi dampak kesehatan dan pendidikan juga telah disiapkan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan setempat, termasuk potensi pembatasan jam belajar hingga pembagian masker.

"Masker yang kami miliki masih mencukupi. Jika nantinya masyarakat terdampak asap, tentu akan kami bagikan," kata Budi.

Sembari menunggu instruksi untuk bergabung dengan posko gabungan tingkat Provinsi Kalsel di kawasan Lingkar Selatan, BPBD Kota Banjarmasin terus mengintensifkan edukasi pencegahan karhutla kepada masyarakat melalui media sosial. "Kami intens melakukan sosialisasi ke masyarakat termasuk melalui medsos," pungkas Budi. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : Radar Banjarmasin
banjarmasin