BANJARBARU — Ancaman musim kemarau di Kalimantan Selatan kini kian nyata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan menetapkan tiga wilayah—yakni Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut—masuk dalam kategori Siaga Kekeringan Meteorologis untuk periode Dasarian III Juli 2026.
Sementara itu, lima daerah lainnya yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Kabupaten Kotabaru kini berada dalam status Waspada. Rendahnya curah hujan menjadi pemicu utama, di mana 100 persen wilayah Kalsel tercatat masuk dalam kategori Bawah Normal (BN) dengan pasokan hujan yang sangat minim.
Merespons kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah-wilayah terdampak untuk segera menghemat penggunaan air bersih serta mewaspadai lonjakan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk menggunakan air secara bijak, mewaspadai potensi berkurangnya ketersediaan air, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," tulis pihak Stasiun Klimatologi Kelas I Kalsel dalam keterangan resminya.
Pihak BMKG juga menambahkan bahwa analisis kondisi iklim terkini menunjukkan belum ada peluang hujan signifikan di Kalsel hingga akhir Juli.
"Tetap pantau informasi cuaca dan iklim terbaru dari BMKG karena kondisi atmosfer dapat berubah secara dinamis," tegas lembaga pemantau cuaca tersebut. Di Kabupaten Banjar, krisis air bersih bahkan sudah mulai menghantam warga di beberapa titik. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menjelaskan bahwa sejumlah wilayah kini mengalami dampak paling parah akibat mengeringnya sumur-sumur warga.
"Wilayah yang paling terdampak saat ini berada di Beruntung Baru, Sambung Makmur, serta beberapa desa di Martapura Barat dan Sungai Tabuk," ungkap Wasis. Guna menanggulangi dampak yang meluas, Pemkab Banjar telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan. Hingga kini, BPBD setempat tercatat telah mendistribusikan lebih dari 529 ribu liter air bersih ke 22 desa yang tersebar di sembilan kecamatan, serta menyiagakan puluhan tandon air darurat di lokasi terdampak.
"Kami mengimbau masyarakat menggunakan air secara efisien dan bersama-sama menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau," pesan Wasis menutup keterangannya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : Radar Banjarmasin