Kepungan Asap Karhutla Bikin Sekolah di Banjarbaru Siaga Satu

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:45 WIB
Para siswa SDN 1 Syamsudin Noor memakai masker saat berada di luar ruang kelas.
Para siswa SDN 1 Syamsudin Noor memakai masker saat berada di luar ruang kelas.

 BANJARBARU — Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang makin pekat mengepung Kota Banjarbaru mulai mengacak-acak aktivitas belajar-mengajar. Di SDN 1 Syamsudin Noor, pekatnya polusi udara memaksa sekolah membatalkan seluruh agenda kegiatan di luar ruangan.

Dampak kepungan asap tebal tersebut dirasakan paling parah pada Rabu (19/8). Padahal, pihak sekolah saat itu tengah menggelar semarak lomba HUT RI sekaligus pameran unjuk hasil pembelajaran Kurikulum Merdeka.

"Dampaknya baru terasa hari ini karena asapnya sangat tebal. Sebenarnya kami sedang ada lomba 17 Agustus dan pameran kurikulum. Ada permainan tradisional seperti balogo di lapangan, tetapi karena kondisinya tidak memungkinkan, terpaksa kami tunda dulu sampai kabut benar-benar bersih," papar Kepala SDN 1 Syamsudin Noor, Hasni Rusita.

Demi melindungi paru-paru para siswa, pihak sekolah bergerak cepat mengalihkan agenda. Lomba yang menguras fisik di lapangan terpaksa dihentikan dan diganti dengan kegiatan di dalam kelas.

"Lomba yang bisa dijalankan di dalam ruangan tetap lanjut, seperti storytelling dan mewarnai. Untuk kegiatan outdoor yang melibatkan fisik, sementara kami tangguhkan," lanjut Hasni.

Meski belum ada laporan murid yang mengalami keluhan pernapasan akut, serangan asap tebal ini justru menumbangkan tenaga pengajar. Seorang guru dilaporkan terpaksa izin tidak masuk mengajar lantaran penyakit asmanya mendadak kambuh akibat paparan polusi.

Menyikapi situasi yang kian mengkhawatirkan, pihak sekolah rutin membagikan masker medis dan meminta peran aktif orang tua dalam menjaga daya tahan tubuh anak.

"Imbauan kami sangat jelas: anak-anak harus disiplin pakai masker saat keluar kelas atau rumah, perbanyak minum air putih, dan jaga pola makan sehat. Kerja sama dari orang tua murid sangat krusial, bukan hanya bergantung pada pengawasan di sekolah," tegas Hasni. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kabut asap banjarbaru