Operasi Modifikasi Cuaca di Kaltim-Kalteng, Hujannya di Kabupaten Balangan Kalsel

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:45 WIB

HUJAN DERAS: Tangkapan layar video hujan deras di Kecamatan Halong yang disertai angin kencang, Senin (24/8) sore. (Foto: Istimewa/Radar Banjarmasin)

HUJAN DERAS: Tangkapan layar video hujan deras di Kecamatan Halong yang disertai angin kencang, Senin (24/8) sore. (Foto: Istimewa/Radar Banjarmasin)

 

PARINGIN — Hujan deras disertai angin kencang secara mengejutkan mengguyur sejumlah kawasan di Kabupaten Balangan pada Senin (24/8) sore. Turunnya hujan di tengah puncak musim kering ini diduga kuat merupakan dampak dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang sedang gencar disemai di wilayah tetangga, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H Rahmi, menjelaskan bahwa tutupan awan di Kalimantan Selatan sebenarnya masih tergolong tipis dan belum memenuhi syarat teknis untuk operasi penyemaian mandiri. Namun, posisi geografis Balangan yang berbatasan langsung dengan Kaltim membuat wilayah ini ketiban berkah presipitasi buatan tersebut.

"Saat ini memang digencarkan modifikasi cuaca di Kalteng dan Kaltim. Kemungkinan besar karena kita dan Tabalong berbatasan langsung dengan Kaltim, ini merupakan dampak operasi dari sana," ungkap Rahmi.

Kehadiran hujan ini disambut hangat sebagai angin segar dalam upaya penanggulangan karhutla di Balangan. Rahmi berharap guyuran air mampu membasahi vegetasi yang mengering serta menekan kemunculan titik panas (hotspot) yang per harinya telah mencapai angka 656 titik di Balangan.

"Harapan kita dengan turunnya hujan ini bisa menurunkan tensi titik panas, mendinginkan lahan-lahan kita yang tadinya kering agar basah kembali," tambahnya.

Kendati mendatangkan manfaat bagi pemadaman karhutla, cuaca ekstrem ini turut menyisakan kerusakan di Kecamatan Halong. Terjangan angin kencang yang menyertai hujan menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan merusak atap bangunan warga.

Kepala Desa Halong, Ruslani, mengonfirmasi bahwa tim di lapangan masih terus melakukan pendataan akibat dampak tiupan angin tersebut. "Beberapa pohon bertumbangan dan merobohkan atap teras rumah warga. Tim di lapangan masih mendata kerusakan akibat angin kencang," terang Ruslani.

BPBD Balangan pun mengingatkan warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama bagi penduduk yang tinggal di dekat pohon rindang dan bangunan berstruktur rapuh. Di sisi lain, imbauan agar masyarakat tidak menyalakan api pembakaran sampah atau membuang puntung rokok sembarangan tetap menjadi penekanan utama demi menjaga efektivitas pembasahan lahan. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Balangan