BANJARBARU – Imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memukul aktivitas penerbangan di Banjarbaru. Sejak Sabtu (29/8/2026) pagi, kabut asap tebal menyelimuti kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor dan memangkas jarak pandang (visibility) hingga berada di bawah batas aman penerbangan.
Kondisi tersebut memaksa PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) menunda setidaknya lima jadwal penerbangan hingga pukul 10.00 WITA. Penundaan melanda empat rute keberangkatan, yakni Citilink QG483 tujuan Jakarta yang sedianya terbang pukul 06.10 WITA, Garuda Indonesia GA533 tujuan Jakarta (07.00 WITA), serta dua penerbangan Lion Air: JT543 tujuan Semarang (08.50 WITA) dan JT315 tujuan Surabaya (09.00 WITA). Tak hanya pesawat yang hendak lepas landas, penerbangan kedatangan Citilink QG484 dari Surabaya yang dijadwalkan mendarat pukul 08.55 WITA juga ikut terdampak.
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengungkapkan bahwa operasional penerbangan perlahan mulai membaik seiring menipisnya kabut asap menjelang siang. Pihak bandara memprioritaskan keselamatan seluruh penumpang sebelum mengizinkan pesawat mengudara.
"Hingga pukul 10.00 WITA, dua penerbangan keberangkatan sudah berhasil lepas landas, yaitu Citilink QG483 pada pukul 08.49 WITA dan Garuda Indonesia GA533 satu menit setelahnya. Sementara untuk penerbangan kedatangan, Citilink QG484 sudah mendarat dengan selamat pada pukul 09.20 WITA," terang Stephanus, Sabtu (29/8/2026).
Hingga berita ini diturunkan, petugas di lapangan terus memantau pergerakan kabut asap dan tingkat visibilitas di area landasan pacu (runway). Otoritas bandara memastikan penerbangan tersisa yang masih tertahan akan segera diberangkatkan begitu standar keselamatan terpenuhi. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co