Niat Seberangi Air Demi Padamkan Api, Relawan BPK Tewas Tenggelam

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 11:45 WIB
Ilustrasi tenggelam
Ilustrasi tenggelam

 
BANJARMASIN — Aksi heroik memadamkan kobaran api di Kompleks DPR, Jalan Bandarmasih, Banjarmasin Barat, berujung duka mendalam bagi barisan pemadam kebakaran swadaya. Seorang relawan BPK KTC berinisial FA (28) gugur setelah tenggelam di Sungai Zafry Zamzam saat berupaya menarik selang air menuju titik kebakaran, Selasa (8/9/2026) dini hari.

Insiden bermula ketika FA memilih menceburkan diri ke sungai demi mengambil jalur tercepat menyambungkan selang dari armada pemadam menuju lokasi kebakaran. Rekan korban, Aufa Rizki (24), mengaku sempat mengingatkan FA untuk melepas seragam Pakaian Dinas Lapangan (PDL) yang dikenakannya sebelum berenang.

“Lokasi mobil di seberang tempat kebakaran, korban mau langsung ke sungai. Padahal sudah saya tegur agar baju PDL dilepas dulu karena lekas kena air makin berat,” ujar Aufa.

Namun demi kecepatan penanganan api, FA tetap melompat ke sungai yang saat itu tengah pasang deras. Setelah berenang sejauh lima meter dari siring, tubuh pria yang telah 10 tahun mengabdi sebagai relawan pemadam tersebut tiba-tiba hilang terseret arus tanpa sempat memberi sinyal bahaya.

Kondisi lokasi yang gelap gulita akibat pemadaman listrik sempat menyulitkan upaya pencarian awal. Jasad FA akhirnya baru berhasil ditemukan sekitar pukul 07.30 WITA setelah tim water rescue dan Satpolairud diterjunkan ke lokasi. FA dinyatakan meninggal dunia.

Menanggapi tragedi ini, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Banjarmasin, Hendro, menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus kembali menekankan krusialnya prosedur keselamatan kerja di lapangan.

“Semangat para relawan (fire fighter) untuk mempercepat pemadaman kadang membuat keselamatan pribadi dinomorkan sekian. Padahal prinsip utamanya: utamakan keselamatan sebelum menyelamatkan. Peristiwa ini harus jadi pelajaran berharga bagi seluruh relawan BPK,” tegas Hendro. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
api banjarmasin