Asyiknya Sensasi Susur Sungai Amandit, Menikmati Kemegahan Tebing Batu Laki dari Atas Lanting

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 11:15 WIB
Wisatawan berfoto di atas lanting dengan background Tebing Batu Gamping Batu Laki. (Foto: M Padil Ihsan/Radar Banjarmasin)
Wisatawan berfoto di atas lanting dengan background Tebing Batu Gamping Batu Laki. (Foto: M Padil Ihsan/Radar Banjarmasin)

KANDANGAN — Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus memikat para pencinta petualangan lewat pesona wisata alamnya. Salah satu destinasi yang kini naik daun adalah Objek Wisata Tebing Batu Gamping Batu Laki yang terletak di Desa Batu Laki, Kecamatan Padang Batung.

Masuk dalam daftar Situs Geopark Meratus, kawasan ini menawarkan lanskap eksotis berupa tebing kapur megah yang berdiri gagah di tepi aliran jernih Sungai Amandit. Daya tarik utama yang tengah digandrungi wisatawan saat ini adalah wahana susur sungai menggunakan rakit bambu atau yang akrab disapa lanting. Dari atas lanting, pengunjung dapat berswafoto dengan latar belakang bentangan alam tebing batu gamping serta panorama hijau di sekeliling Sungai Amandit.

Pengelola wisata setempat, Silahudin, menjelaskan bahwa fasilitas susur sungai ini baru dihadirkan sekitar satu bulan terakhir dan langsung diserbu pengunjung.

"Biaya masuk lokasi hanya Rp10.000 untuk mobil dan Rp5.000 untuk sepeda motor, sudah termasuk parkir. Kalau mau wisata susur sungai naik lanting, tarifnya Rp10.000 per orang dengan kapasitas hingga 10 orang," ungkap Silahudin, Minggu (4/10/2026). Melihat tingginya antusiasme masyarakat yang membuat pengunjung harus mengantre, pihak pengelola berencana memambah armada lanting dalam waktu dekat. Lonjakan wisatawan paling signifikan biasanya terjadi pada akhir pekan (weekend).

Makin Ramai Pasca-Viral dan Favorit Pegiat Panjat Tebing

Silahudin menambahkan, jumlah kunjungan wisatawan justru melonjak drastis pasca-insiden terbakarnya kawasan Gunung Batu Laki beberapa pekan lalu yang sempat viral di media sosial. Banyak warga penasaran dan ingin menyaksikan langsung kondisi bentang alam tersebut secara dekat.

Selain balanting, kawasan ini juga kerap dimanfaatkan masyarakat untuk lokasi piknik keluarga, kemping, hingga aktivitas ekstrem seperti panjat tebing.

"Sering ada pegiat panjat tebing yang datang ke sini untuk menyalurkan hobi, tapi peralatan membawa sendiri karena kami belum menyediakan persewaan alat," tambah Silahudin.

Keasrian dan ketenangan tempat ini diakui oleh salah satu pengunjung, Rafiah. Menurutnya, perpaduan udara segar dan pemandangan di kaki Geopark Meratus ini sangat pas untuk melepas penat. "Suasananya enak sekali, adem, tenang, dan pemandangannya sangat indah," tuturnya memungkas. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
sungai amandit