AMUNTAI – Pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memaksa pintu-pintu sekolah kembali ditutup. Demi melindungi kesehatan ribuan peserta didik dari ancaman penyakit saluran pernapasan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSU resmi memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai 12 hingga 14 Oktober 2026.
Keputusan ini membuat seluruh siswa di HSU harus menjalani aktivitas belajar dari rumah selama sepekan penuh, memperpajang kebijakan PJJ tiga hari sebelumnya. Langkah serupa juga diberlakukan untuk sekolah dan madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) HSU.
Kepala Disdikbud HSU, Rahman Heriadi, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan para siswa menjadi prioritas utama di tengah buruknya kualitas udara saat ini. “Karena kondisi udara belum membaik, PJJ kembali diperpanjang. Tiga hari ke depan siswa belajar dari rumah sampai situasi benar-benar aman untuk kembali ke kelas,” ujar Rahman Heriadi saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).
Meskipun murid-murid tidak hadir di sekolah, kegiatan operasional pendidikan dipastikan tetap berjalan dengan penyesuaian khusus bagi para pengajar. "Selama PJJ, guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas dengan sistem piket dan melakukan presensi secara daring," jelasnya. Ia menambahkan, pihak dinas akan terus memantau perkembangan situasi cuaca dan kualitas udara di Amuntai sebelum mengambil kebijakan selanjutnya.
"Pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan setelah kualitas udara dinilai membaik dan aman untuk mendukung kegiatan belajar mengajar," tegas Rahman. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : Radar Banjarmasin