TARAKAN – Meski Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah masih menyisakan waktu sekitar 40 hari, geliat persiapan hewan kurban di Kota Tarakan mulai memanas. Namun, kabar kurang menggembirakan datang bagi para pencari hewan kurban lokal; stok sapi peternak lokal dipastikan belum mampu membendung lonjakan permintaan masyarakat yang diprediksi naik hingga 25 persen tahun ini.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Tarakan mencatat angka yang cukup kontras antara ketersediaan dan kebutuhan. Saat ini, stok sapi lokal hanya berkisar di angka 470 hingga 490 ekor, sementara populasi kambing berada di angka 400 hingga 420 ekor. Angka tersebut masih jauh panggang dari api jika dibandingkan dengan realisasi pemotongan tahun lalu yang mencapai 1.252 ekor sapi. Diperkirakan, total kebutuhan sapi untuk kurban tahun 2026 ini akan menembus angka 1.500 ekor.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Tarakan, Paulus, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah terpaksa membuka keran pengiriman sapi dari luar daerah guna menutup defisit ribuan ekor tersebut. Hingga saat ini, Provinsi Gorontalo masih menjadi kandidat kuat sebagai pemasok utama.
"Melihat tren tahun lalu, kebutuhan kita cukup tinggi. Jadi mau tidak mau kita harus mendatangkan sapi dari luar. Gorontalo masih menjadi sumber utama karena pengalaman sebelumnya sapi dari sana dinilai aman dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)," jelas Paulus, Jumat (17/4). Meski begitu, pemerintah tidak ingin "menaruh semua telur dalam satu keranjang". Penjajakan dengan daerah lain selain Gorontalo mulai dilakukan sebagai rencana cadangan (back-up plan) agar pasokan tidak terganggu jika terjadi kendala distribusi di daerah asal.
Guna memastikan hewan kurban yang masuk ke Tarakan benar-benar layak konsumsi, DKPP akan bekerja sama dengan Balai Karantina Kaltara untuk memperketat pengawasan. Setiap sapi yang masuk akan diperiksa langsung di kandang, dan jika ditemukan gejala penyakit, sampel darah akan segera diambil untuk diuji di laboratorium.
"Kami akan memberikan tanda khusus bagi sapi yang sudah diperiksa oleh dokter hewan. Ini penting karena dagingnya akan dikonsumsi masyarakat luas, jadi kami harus sangat berhati-hati," tambahnya.
Selain aspek kesehatan, langkah mendatangkan pasokan dari luar daerah ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas harga di pasar. Dengan terpenuhinya stok sesuai dengan tingginya permintaan, diharapkan harga hewan kurban di Kota Tarakan tidak mengalami lonjakan liar yang dapat memberatkan masyarakat yang ingin beribadah kurban. (*)
Editor : Indra Zakaria